<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-5276218409984488232</id><updated>2011-09-15T18:28:37.973+07:00</updated><category term='Kalimantan Selatan'/><category term='Sumatera Selatan'/><category term='Sumatera Barat'/><category term='Jawa Barat'/><category term='Jambi'/><category term='D.I. Aceh'/><category term='Kalimantan Tengah'/><category term='Papua Barat'/><category term='Maluku'/><category term='Sulawesi Barat'/><category term='Lampung'/><category term='Papua'/><category term='Nasional'/><category term='Riau 2'/><category term='Jawa Tengah'/><category term='Gorontalo'/><category term='Banten'/><category term='Sulawesi Selatan'/><category term='Sulawesi Utara'/><category term='D.I. Yogyakarta'/><category term='Sulawesi Tengah'/><category term='Bali'/><category term='Kalimantan Timur'/><category term='Jawa Timur'/><category term='Nusa Tenggara Barat'/><category term='Sulawesi Tenggara'/><category term='DKI Jakarta'/><category term='Maluku Utara'/><category term='Bangka Belitung'/><category term='Bengkulu'/><category term='Riau'/><category term='Kalimantan Barat'/><title type='text'>Tagana Indonesia</title><subtitle type='html'>Sigap Tanggap Terdepan</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://taganaindonesia.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5276218409984488232/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://taganaindonesia.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Tagana Indonesia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01909754092623668617</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>50</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5276218409984488232.post-7456122793674822531</id><published>2008-03-12T13:51:00.001+07:00</published><updated>2008-12-10T21:51:07.265+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jawa Barat'/><title type='text'>Helikopter TNI AU Meledak</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_aO_QCMhBUUs/R9d9uHI9y1I/AAAAAAAAADY/NfuBNtVrRQ4/s1600-h/20080312jabar.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_aO_QCMhBUUs/R9d9uHI9y1I/AAAAAAAAADY/NfuBNtVrRQ4/s200/20080312jabar.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5176744527829781330" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;HANCUR&lt;/strong&gt; Kondisi helikopter jenis Bell 47-B Soloy yang hancur dan hangus terbakar. (kiri). Petugas dari Polres Subang dan TNI AU sedang mengidentifikasi bangkai helikopter yang jatuh di tengah perkebunan tebu Kampung Cilembang, Desa Manasari, Kecamatan Cipunagara, Kabupaten Subang, kemarin. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;SUBANG (SINDO) – Helikopter latih jenis Bell 47-B Soloy milik Skuadron 7 TNI AU Lanud Suryadharma Kalijati Subang,jatuh dan meledak sekitar pukul 11.15 WIB,kemarin.Body heli hancur berantakan. &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dalam peristiwa yang terjadi di Kampung Cilembang,Desa Wanasari,Kecamatan Cipunagara, Kabupaten Subang tersebut,pilot Lettu (Pnb) Engky Saputra Jaya meninggal dunia dan teknisi Prajurit Dua (Prada) Ridi W mengalami luka bakar serius. Komandan Landasan Udara (Danlanud) Suryadharma Kalijati Subang Letkol Pnb Ras Rendro Bowo mengatakan, heli jenis Bell 47-B Soloy dengan nomor register H-4712 itu diterbangkan oleh Pilot Lettu (Pnb) Engky Saputra Jaya NRP 527020 dan seorang teknisi Prada Ridi dengan NRP 536325 dari Lanud Suryadharma Kalijati sekitar pukul 10.31 WIB.Kedua awak heli tersebut sedang melakukan latihan. &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Menurut dia, heli terjatuh di lokasi yang berjarak sekitar 12 mil dari Lanud Surya Dharma Kalijati.”Mereka baru melaksanakan training profesiensi. Biasa dalam kegiatan satu latihan melakukan itu. Heli diawaki oleh Pilot Lettu Engky, dia meninggal. Sedangkan teknisi Prada Ridi, kami evakuasi ke rumah sakit,” kata Letkol (Pnb) Ras Rendro Bowo kepada wartawan seusai evakuasi bangkai heli nahas itu kemarin. Dia menjelaskan, pihaknya belum tahu penyebab pasti jatuhnya helikopter tersebut. Saat ini,Mabes TNI AU melakukan penyelidikan penyebab kecelakaan itu. Namun, menurut Ras, sebelum terbakar, helinahastersebutsempat meledak dua kali. &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;” Dari keterangan warga, ada ledakan dua kali,tapi kepastiannya kami belum tahu dari mana.Saat kejadian itu, cuaca cerah, tidak ada masalah. Untuk kepastian penyebabnya sedang dalam penyelidikan oleh tim investigasi dari Mabes TNI AU,” tegas dia. Kendati demikian, lanjut Ras, kondisi heli yang diterbangkan oleh anggotanya itu telah berusia 30 tahun. Helikopter latih itu dibeli dari Amerika Serikat pada 1978.Kemudian dilakukan modifikasi pada 1984 di Australia.Usia yang cukup tua tersebut tidak menutup kemungkinan menjadi salah satu penyebab helikopter jatuh dan terbakar. &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;” Bisa dihitung kalo buatan tahun 1978, kirakira seperti apa,”imbuh Ras. Berdasarkan informasi yang dihimpun SINDO di lokasi kejadian,helikopter latih diperkirakan terbang dengan ketinggian rendah. Hal ini dibuktikan dengan putusnya kabel listrik sepanjang 1.300 meter yang berjarak sekitar 50 meter dari lokasi terbakarnya heli. Saat peristiwa itu, heli diperkirakan hendak menuju Lanud Suryadharma Kalijati Subang. Seorang saksi mata,Wasna, 45, petani setempat menuturkan, sebelum terjatuh dan terbakar di kebun tebu,heli sempat meledak dua kali.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Setelah mendengar ledakan,dia langsung menuju lokasi suara ledakan. Saat heli terbakar,posisi Wasna berjarak sekitar 100 meter dari lokasi.”Waktu heli jatuh, saya sedang di sawah.Nggaklama kemudian, terdengar suara ledakan.Saya langsung ke sana. Ternyata sudah terbakar,” ujar Wasna. Jatuhnya heli jenis Bell 47 B-Soloy ini menyedot perhatian ratusan warga setempat yang ingin melihat dari dekat. Kerumunan warga di lokasi jatuhnya heli mengakibatkan proses evakuasi sempat terganggu. &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Untuk menjaga keamanan dan kelancaran proses evakuasi,puluhan petugas dari TNI AU bersenjata laras panjang melakukan penjagaan dari jarak 30 meter. Bangkai heli baru berhasil dievakuasi sekitar pukul 13.30 WIB.Selanjutnya,bangkai heli tersebut dibawa ke Lanud Suryadharma Kalijati menggunakan kendaraan bak terbuka milik Lanud Suryadharma di bawah pengawalan Skuadron 7 Suryadharma. Komandan Sub Denpom Subang Kapten CPM Deddy Heryanto menyebutkan,kondisi tubuh korban Lettu (Pnb) Engky Saputra Jaya cukup mengenaskan. &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kedua kaki Engky, habis dilalap si jago merah. ” Saat kami tiba di lokasi, kondisi korban meninggal dengan kondisi dua kaki terbakar habis, hanya tinggal badannya saja.Sedangkan yang satunya lagi masih bisa diselamatkan dan langsung dilarikan ke RS PTPN VIII,”ujar Dan Sub Denpom Subang Kapten CPM Deddy Haryanto kepada SINDOdilokasikejadiankemarin. Dia memperkirakan,Prada Ridi berhasil menyelamatkan diri dengan cara melompat dari helikopter nahas itu.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Prada Ridi sempat dilarikan ke RS PTPN VIII Subang,tapi sekitar pukul 13.30 WIB dia dirujuk ke RS TNI AU Salamun, Jalan Ciumbulleuit,Kota Bandung. Penyebabnya, petugas RS PTPN VIII teknisi helikopter TNI AU nahas ini mengalami luka bakar tingkat II atau 45% tubuhnya terkena jilatan api. Sementara itu,dokter jaga RS TNI AU Salamun, dr Regi PA mengungkapkan,saat tiba sekitar pukul 14.45 WIB,kondisi korban stabil dan sadar. Korban langsung dirawat intensif di ruang intensive care unit (ICU). Dia optimistis,tim medis RS TNI AU Salamun mampu menyelamatkan korban. ” Sekujur tubuh korban, kecuali kepala dibalut perban. &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Luka bakar paling parah terdapat di bagian tangan dan kaki.Kami masih mengobservasi korban sambil menunggui kedatangan dokter ahli bedah dr Dede Sukenda.Dalam waktu dekat korban akan menjalani bedah plastik,” ungkap Regi. Hingga kemarin sore, jenazah Engky Saputra Jaya masih disemayamkan di Hanggar 7, Lanud Suryadharma Kalijati Subang. Iriana, 23, istri Engky,meminta suaminya dimakamkan di Kota Malang, Jawa Timur.KorbanEngkymeninggalkan seorang istri dan satu anak yang masih berusia dua bulan. Kapolres Subang Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Sugiyono menegaskan pihaknya pun membantu penyelidikan dengan melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi. &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;” Saksi yang diperiksa di antaranya warga sekitar,” kata Kapolres Sugiyono. Sedangkan Kepala Dinas Penerangan (Kadispen) TNI AU Marsekal Pertama Chairuddin Ray mengungkapkan, kecelakaan pesawat heli milik TNI AU jenis Bell- 47B Soloy diduga akibat cuaca yang kurang baik.Untuk memastikan penyebab kecelakaan,Mabes TNI AU membentuk tim Panitia Penyelidik Kecelakaan Pesawat Terbang (PPKPT) ”Apakah akibat human error atau karena mesin pesawat, kami masih melakukan penyelidikan lebih lanjut.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Tim itu akan melakukan pengumpulan data dan fakta di lapangan,”ujar Chairuddin. Disinggung usia heli yang cukup tua, Chairuddin Ray menambahkan, pesawat itu telah sesuai prosedur layak terbang sehingga boleh digunakan. ”TNI AU mengutamakan keselamatan guna menghindari kecelakaan,” tandas dia. Sementara Kepala Staf TNI Angkatan Laut Laksamana Sumarjono mengingatkan jajarannya agar teliti memeriksa kondisi teknis alat utama sistem persenjataan (alutsista).&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;” Agar selalu dalam kondisi siap. Kami harus memahami secara tepat dan benar pengoperasiannya. Intensifkan latihan guna mempertajam kadar profesionalisme prajurit secara bertahap, bertingkat dan berlanjut,” tegas Sumarjono dalam amanatnya yang diterima SINDO,kemarin. PengamatMiliterMT Arifin berpendapat, sering terjadinya kecelakaan pesawat TNI, lebih disebabkan faktor pesawat telah berusia tua.Namun, dalam pengoperasiannya sebuah pesawat sering dipaksa menempuh jarak teritorial yang kurang diperhitungkan. &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;”Pesawat angkutan umum saja kalau sudah tua harus diperhitungkan, apalagi untuk pesawatTNI,” ujar Arifin. Dia melanjutkan, pemaksaan menggunakan pesawat berusia tua ini erat kaitannya dengan mekanisme anggaran yang tidak jelas dalam sistem pertahanan di negara ini. Secara umum,anggaran yang dialokasikan untuk pertahanan sangat tidak sesuai dengan teritorial yang harus dipertahankan. ”Teritorial negara kita itu sangat luas, tapi kenapa tidak ada rancangan yang memadai untuk anggaran pertahanan?” tanyanya. &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Untuk meminimalisir kecelakaan itu, ujar Arifin, pemerintah harus membuat rancangan yang jelas dan menetapkan secara tepat prioritas pertahanan yang harus dipenuhi. Dengan begitu, jika anggaran tidak memadai,ada standar minimal yang terpenuhi. ” Harus jelas, prioritas pertahanan dalam 10 tahun ke depan.Kalau tidak,TNI hanya akan terus menerus menggunakan pesawat tua yang sangat rentan kecelakaan.Padahal, kalau itu untuk peralatan perang, harusnya yang masih fresh,” pungkas Arifin.&lt;/div&gt;Untuk meminimalisir kecelakaan itu, ujar Arifin, pemerintah harus membuat rancangan yang jelas dan menetapkan secara tepat prioritas pertahanan yang harus dipenuhi. Dengan begitu, jika anggaran tidak memadai,ada standar minimal yang terpenuhi. ” Harus jelas, prioritas pertahanan dalam 10 tahun ke depan.Kalau tidak,TNI hanya akan terus menerus menggunakan pesawat tua yang sangat rentan kecelakaan.Padahal, kalau itu untuk peralatan perang, harusnya yang masih fresh,” pungkas Arifin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 102, 102);"&gt;Koran Sindo&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5276218409984488232-7456122793674822531?l=taganaindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://taganaindonesia.blogspot.com/feeds/7456122793674822531/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5276218409984488232&amp;postID=7456122793674822531&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5276218409984488232/posts/default/7456122793674822531'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5276218409984488232/posts/default/7456122793674822531'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://taganaindonesia.blogspot.com/2008/03/helikopter-tni-au-meledak.html' title='Helikopter TNI AU Meledak'/><author><name>Tagana Indonesia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01909754092623668617</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_aO_QCMhBUUs/R9d9uHI9y1I/AAAAAAAAADY/NfuBNtVrRQ4/s72-c/20080312jabar.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5276218409984488232.post-7848890641598001078</id><published>2008-03-12T13:44:00.001+07:00</published><updated>2008-12-10T21:51:07.400+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jawa Timur'/><title type='text'>Banjir Tewaskan Tiga Warga</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_aO_QCMhBUUs/R9d8rXI9y0I/AAAAAAAAADQ/IemWPuarHbU/s1600-h/banjir5.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_aO_QCMhBUUs/R9d8rXI9y0I/AAAAAAAAADQ/IemWPuarHbU/s200/banjir5.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5176743381073513282" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Banjir bandang di Jatim memakan korban.Tiga nyawa bahkan telah melayang,sementara luapan air dari hari ke hari terus meluas.   &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Tiga korban tewas itu adalah Sunarti,43,Desa Mayangrejo, Kec Padangan, dan Karsim, warga Desa Geger, Kec Kedungadem, Bojonegoro. Keduanya tewas setelah hanyut terseret luapan air bah Bengawan Solo. Satu korban tewas lain adalah Sri Mukayanah, 30,warga desa Putih,Kec Gampengrejo, Kab Kediri, yang jatuh ke sungai anak Sungai Brantas di dekat kawasan PT Gudang Garam. Jais, 40, warga Desa Mayangrejo menceritakan, Sunarti awalnya mencari kayu bakar di tepi sungai.Apes,karena terpeleset, tubuhnya seketika ditelan gulungan air. &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;”Arus yang sangat deras membuat kami yang hendak menolong tidak bisa berbuat apapun,” katanya kemarin. Jasad korban ditemukan sekitar pukul 12.30 WIB.”Korban sudah kita temukan dan langsung kita serahkan kepada keluarga,” tegas Kapolsek Kalitidu AKP Paiman. Nahas yang sama juga menimpa Karsim.Awalnya, dia diketahui berenang di salah satu anak Sungai Bengawan Solo. Tanpa terduga, arus besar dari sungai utama Bengawan Solo menerjang. &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dia pun terseret dan akhirnya ditemukan tewas. Pantauan di lapangan, air Sungai Bengawan Solo terus naik. Di papan duga yang berada di samping pasar Kota Bojonegoro, ketinggian air terus menanjak.Pada pukul 01.00 WIB dini hari, ketinggian mencapai 14.92 Phielscaal. Namun pada pukul 09.00 WIB, air sudah mencapai 15.02 Phielscaal dan setinggi 15.15 Phielscaal pada pukul 13.00 WIB.“Kami memperkirakan ketinggian air akan terus naik,” Ketua Satgas Penanggulangan Bencana dan Pengungsi (PBP) Pemkab Bojonegoro Pujiono kemarin. &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Akibat melonjaknya air, ribuan rumah terendam air.Terutama rumah-rumah yang berada di bantaran sungai, seperti di Desa Ngablak,Kec Dander; Desa Ledok Wetan, Ledok Kulon,Kec Bojonegoro Kota; hingga Desa Kalirejo, Kec Kapas, air menggenang setinggi 50 cm hingga 1 meter. Meski demikian,warga belum banyakyangmengungsiseperti pada banjir Januari lalu. Dari laporan Tagana dan Satgas PBP, sejauh ini hanya 50 kepala keluarga (KK) warga Desa Kuncen dan Sidorejo, Kec Kalitidu, yang mengungsi di pendopo Kecamatan Kalitidu. &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sementara itu,warga korban lainnya masih bertahan di rumah.Satgas PBP juga sudah menyiagakan perahu karet untukmelakukan evakuasi jika dibutuhkan. “Saat ini, Kecamatan Kalitidu dan Kanor sudah minta karung sak untuk menahan air,”katanya. Kecamatan yang terendam air di antaranya, Kecamatan Margomulyo,Ngraho, Padangan, Kasiman, Purwosari, Kalitidu, Malo,Trucuk, Dander, Bojonegoro Kota, Kapas,Balen,Kanor,dan Baureno. Meski tidak seluruh wilayah terendam air, luapan sungai mengakibatkan aktivitas pendidikan terganggu. &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Satgas PBP sendiri belum bisa menunjukkan data pasti, terkait sekolah yangdiliburkan. Penelusuran SINDO,salah satu sekolah yang terpaksa meliburkan proses belajar mengajar adalah Madrasah Tsanawiyah (Mts) Yayasan Pendidikan Hidayatul Atfal (YPIHA) di Desa Kalirejo, Kec Kapas.Sedikitnyaempat kelas terendam air setinggi 50 cm, sehingga terpaksa siswa diliburkan.“Air datang tadi malam.Karena air memenuhi sekolah, kami terpaksa meliburkan siswa,” kata Kepala Sekolah Rinjani. &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dia berharap banjir segera surut karena siswa MTs akan menggelar ujian semester pada 14 April mendatang, sehingga membutuhkan bimbingan belajar yang lebih. “Kalau genangannya lama, kami akan meminta pemerintah desa untuk meminjamkan balai desa untuk proses belajar mengajar siswa,”katanya. Warga yang menjadi korban banjir di kawasan Kota Bojonegoro sendiri, hingga kini masih belum mengungsi. Mereka hanya menyelamatkan barang-barang berharga dan ternak mereka ke pinggir jalan yang masih kering. Mereka yakin banjir tidak akan bertahan lama.“Semoga saja cepat surut,”kata Darmo.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5276218409984488232-7848890641598001078?l=taganaindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://taganaindonesia.blogspot.com/feeds/7848890641598001078/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5276218409984488232&amp;postID=7848890641598001078&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5276218409984488232/posts/default/7848890641598001078'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5276218409984488232/posts/default/7848890641598001078'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://taganaindonesia.blogspot.com/2008/03/banjir-tewaskan-tiga-warga.html' title='Banjir Tewaskan Tiga Warga'/><author><name>Tagana Indonesia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01909754092623668617</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_aO_QCMhBUUs/R9d8rXI9y0I/AAAAAAAAADQ/IemWPuarHbU/s72-c/banjir5.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5276218409984488232.post-2362785868011053452</id><published>2008-03-12T13:41:00.002+07:00</published><updated>2008-12-10T21:51:07.722+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jawa Tengah'/><title type='text'>Banjir Besar Terjang Blora</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_aO_QCMhBUUs/R9d7eHI9yzI/AAAAAAAAADI/o4M9MgnbPqA/s1600-h/banjir+said.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_aO_QCMhBUUs/R9d7eHI9yzI/AAAAAAAAADI/o4M9MgnbPqA/s200/banjir+said.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5176742053928618802" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Banjir kembali melanda Kab Blora, dini hari kemarin. Sebanyak 3.352 rumah terendam akibat Sungai Bengawan Solo meluap.   &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Banjir yang menggenangi ribuan rumah warga ini adalah yang ketiga kalinya dalam empat bulan terakhir. Banjir kali ini merendam 21 desa di tiga kecamatan.Wilayah yang cukup parah terendam banjir adalah di Kec Cepu.Di wilayah ini, sebanyak 2.174 rumah di sembilan desa terendam hingga mencapai 2 meter.Sementara di Kec Kradenan,ada sekitar 650 rumah di lima desa terendam. Disusul Kec Kedungtuban dengan 528 rumah yang terendam di tujuh desa. Di Kec Cepu,genangan air paling parah di Dukuh Balun Gendeng,Desa Balun 2 meter. &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sedang di Kec Kedungtuban, desa tergenang paling parah beradadiJimbungdanPanolan dengan ketinggian mencapai 1 meter.Sedang di Kec Kradenan rata-rata genangan air setinggi di atas lutut orang dewasa. Sarto, 37, salah seorang warga Dukuh Balun Gendeng, Desa Balun,Kec Cepu mengatakan, ketinggian air mencapai puncaknya sekitar pukul 00.10 dini hari kemarin. Selain hujan deras, banjir juga akibat Sungai Bengawan Solomeluap.”Airdatangcepat sekali. &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dalam hitungan beberapa jam saja air sudah menggenangi rumah dengan ketinggian mencapai dada orang dewasa,” ujarnya kemarin. Kantor Kecamatan Cepu mencatat, sebanyak 2.174 rumah warga terendam dan ribuan warga harus mengungsi di beberapa tempat,seperti bantaran rel sekitar Stasiun Cepu, Plaza Cepu dan Sasana Suko. ”Walau sudah mulai surut tapi kita masih waspada karena arus air di rumah-rumah warga masih deras.Parahnya lagi daerah Ngawi,Jawa Timur katanya masih hujan terus,” ujar Camat Cepu Slamet Wiryanto kepada SINDO saat memantau banjir di Desa Balun, Kec Cepu, kemarin. &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Saat ini, kata dia, Tim Sar gabungan dari Sarda Pemprov Jateng, Bahari Rescue Yogyakarta dan Tim Sar dari Kantor Pol PP, Tagana setempat, Kesbang dan Linmas Kab Blora terus disiagakan untuk melakukan evakuasi warga. Pihaknya juga menyiapkan beberapa posko meliputi dapur umum dan posko kesehatan. ”Mereka terus disiagakan selama 24 jam,”ujarnya. Walau belum diketahui secara pasti, tapi diperkirakan kerugian akibat banjir kali ini mencapai ratusan juta rupiah. &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Beruntung,ribuan hektare sawah di Kec Cepu rata-rata sudah sudah dipanen sehingga kerugian lebih besar bisa ditekan. Camat Kradenan Anang Sri D mengatakan,dibanding banjir akhir Desember tahun lalu, jumlah rumah terendam di wilayahnya lebih sedikit yakni sekitar 650 rumah.”Hanya sekitar 40 % dibanding banjir kemarin,”ujarnya. Bupati Blora, RM Yudhi Sancoyo dan jajaran Muspida, kemarin (11/3) ikut menyerahkan bantuan berupa beras dan sembako kepada korban banjir di tiga kecamatan tersebut. &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sementara itu, kalangan anggota DPRD Jateng mendesak pemprov segera membentuk desk khusus untuk menangani banjir. Desk ini penting karena bencana banjir telah melanda sebagian besar wilayah Jateng dengan kerugian mencapai triliunan rupiah. ”Bencana banjir di Jateng terjadi setiap tahun,namun anehnya pemprov seperti tidak melakukan langkah kongkret untuk menanganinya,” terang Sekretaris Komisi D DPRD Jateng Riza Kurniawan seusai rapat paripurna Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur Jateng akhir tahun anggaran 2007 di Gedung DPRD Jateng,kemarin. &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dia menegaskan,pembentukan desk tersebut tidak harus menunggu awal tahun depan, atau perubahan anggaran. Sebab,tim bisa menggunakan dana melalui mekanisme mendahului anggaran. Caranya, pemprov segera mengajukan surat ke gubernur yang menyatakan bahwa pemprov membutuhkan anggaran untuk tanggap bencana, yang sifatnya mendesak. Sementara, dalam LKPJ yang disampaikannya di ha-dapan Dewan,Gubernur Jateng Ali Mufiz menilai kondisi prasarana jaringan irigasi yang menjadi kewenangan provinsi secara umum menunjukkan kinerja baik.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dia mengungkapkan, saat ini irigasi di bawah kewenangan pemprov, 72% dalam kondisi bauik, 25 % rusakringan, dan3% rusakberat. ”Pelaksanaan program pengendalian banjir yang intensif juga telah mampu mengurangi luas genangan pemukiman sekitar 90,58%,”jelas dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : Koran Sindo&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5276218409984488232-2362785868011053452?l=taganaindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://taganaindonesia.blogspot.com/feeds/2362785868011053452/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5276218409984488232&amp;postID=2362785868011053452&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5276218409984488232/posts/default/2362785868011053452'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5276218409984488232/posts/default/2362785868011053452'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://taganaindonesia.blogspot.com/2008/03/banjir-besar-terjang-blora.html' title='Banjir Besar Terjang Blora'/><author><name>Tagana Indonesia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01909754092623668617</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_aO_QCMhBUUs/R9d7eHI9yzI/AAAAAAAAADI/o4M9MgnbPqA/s72-c/banjir+said.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5276218409984488232.post-9059867130557261661</id><published>2008-03-12T13:37:00.002+07:00</published><updated>2008-12-10T21:51:07.893+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jawa Barat'/><title type='text'>2.000 Rumah Terendam Banjir</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_aO_QCMhBUUs/R9d6l3I9yyI/AAAAAAAAADA/yHpwMfHI6hw/s1600-h/banjir.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_aO_QCMhBUUs/R9d6l3I9yyI/AAAAAAAAADA/yHpwMfHI6hw/s200/banjir.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5176741087560977186" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Tagana&lt;/span&gt;,&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255); font-weight: bold;"&gt;Bandung&lt;/span&gt;(12/3) Sekitar 2.000 rumah di Kecamatan Baleendah dan Dayeuhkolot,Kabupaten Bandung, terendam banjir. Korban banjir yang diakibatkan Sungai Citarum meluap itu sebagian besar berada di Kelurahan Andir sekitar 1.600 rumah yang dihuni sekitar 4.440 jiwa.   &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sisanya di Kelurahan Baleendah dan Bojongmalaka di sekitar bantaran Sungai Citarum. “Banjir mulai menggenangi rumah penduduk sejak Senin (10/3) malam sekitar pukul 23.00 WIB dengan ketinggian 10- 120 cm.Namun hingga saat ini warga belum mengungsi,”kata Lurah Andir Mochamad Usman kemarin. Menurut dia, lokasi banjir paling parah terjadi di RW 09 dan RW 13 dengan jumlah rumah yang terendam mencapai 900-an rumah. &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Pasalnya, lokasi itu paling rendah dibanding perumahan lainnya.Selain itu,banjir juga sempat memutus jalur transportasi antara Baleendah– Rancamanyar sepanjang 2 km akibat terendam banjir setinggi 60 cm. Banjir luapan sungai itu pun merendam empat unit masjid dan sebuah sekolah dasar. Penduduk,karyawan, dan pekerja yang akan masuk kerja, terpaksa harus berbasah-basah melintasi genangan banjir. “Bila hujan terus turun di kawasan hulu Citarum, kemungkinan besar banjir akan lebih besar lagi,”kata Bunyamin salah seorang penduduk Kelurahan Andir Baleendah. &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Selain itu, hujan deras yang melanda Kabupaten Bandung wilayah selatan sejak Senin (10/03) hingga kemarin juga mengakibatkan ratusan rumah di Kampung Bojong Citepus, Desa Cangkuang Wetan,Kecamatan Dayeuhkolot, terendam. Dari pantauan SINDO,pada pagi hari ketinggian air mencapai 30–75 cm, bahkan hampir mencapai satu meter. Hingga sore kemarin, ketinggian air yang menggenangi sejumlah rumah warga masih mencapai 30 cm. Sedikitnya 250 rumah yang terendam di kampung ini. Sebagian warga ada memilih untuk tidak menempati rumahnya yang terendam sejak sore hingga malam hari. &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Untuk sementara mereka terpaksa mengungsi ke rumah sanak-saudaranya yang tidak tersentuh banjir. Banjir terparah menimpa RT 01, 02, dan 04 di RW 09, Kampung Bojong Citepus di mana sekitar 70 rumah terpaksa mulai ditinggalkan penghuninya lantaran ketinggian air sudah mencapai 50 cm. Menurut Ishak, 50, warga Kampung Bojong Citepus, banjir mulai menyambangi rumahnya sejak Senin (10/03) sekitar pukul 19.00 WIB.Ketinggian air mencapai puncaknya pada pukul 23.00 WIB dan merendam rumah Ishak yang berada di sisi Sungai Cita hingga mencapai 50 sentimeter. &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hingga sore kemarin, rumah Ishak masih terendam sekitar 30 cm. Dia mengatakan, biasanya rumah warga yang terendam banjir mendapat bantuan penyedotan air. Kepala Sekolah SD Negeri Mekarsari, Nina Rosita mengatakan, pihak sekolah terpaksa meliburkan semua siswa lantaran seluruh ruang kelas hingga kemarin masih terendam sekitar 30cm.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : Koran SINDO&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5276218409984488232-9059867130557261661?l=taganaindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://taganaindonesia.blogspot.com/feeds/9059867130557261661/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5276218409984488232&amp;postID=9059867130557261661&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5276218409984488232/posts/default/9059867130557261661'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5276218409984488232/posts/default/9059867130557261661'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://taganaindonesia.blogspot.com/2008/03/2000-rumah-terendam-banjir.html' title='2.000 Rumah Terendam Banjir'/><author><name>Tagana Indonesia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01909754092623668617</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_aO_QCMhBUUs/R9d6l3I9yyI/AAAAAAAAADA/yHpwMfHI6hw/s72-c/banjir.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5276218409984488232.post-8614767398798092772</id><published>2008-03-10T15:27:00.003+07:00</published><updated>2008-12-10T21:51:08.104+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jawa Timur'/><title type='text'>Kapal Tongkang Bosowo Tabrak Tanker</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_aO_QCMhBUUs/R9Tx8nI9yxI/AAAAAAAAAC4/r9xMFiJt7Rs/s1600-h/tongkang.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_aO_QCMhBUUs/R9Tx8nI9yxI/AAAAAAAAAC4/r9xMFiJt7Rs/s200/tongkang.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5176027895356574482" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Satu kapal tongkang menabrak satu kapal tanker di Banyuwangi, Jawa Timur, Ahad (9/3). Insiden ini bermula saat kapal tongkang mogok dan ditarik oleh satu &lt;em&gt;tug boat&lt;/em&gt;. Tetapi menjelang bersandar, cuaca buruk dan derasnya arus laut mengakibatkan kapal tongkang menabrak kapal tanker milik Pertamina.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Tak ada korban jiwa dalam insiden itu. Tapi akibat bertabrakan dengan kapal tanker, posisi kapal tongkang nyaris tenggelam. Derasnya arus di Selat Bali dan muatan tongkang yang berisi 70 ribu ton semen semakin menyulitkan proses evakuasi. Padahal, pihak pelabuhan setempat sudah mengerahkan tiga kapal tub boat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, saat insiden tabrakan terjadi tanker milik Pertamina dalam keadaan kosong. Hingga kini belum ada keterangan resmi dari pihak Pertamina dan Syahbandar Tanjung Wangi Banyuwangi terkait insiden ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Update :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kapal tongkang yang menabrak tanker milik Pertamina belum dievakuasi hingga Senin (10/3) siang, karena terbatasnya peralatan. Tongkang yang nyaris tenggelam itu masih berada di Dermaga Tanjung Wangi, Banyuwangi, Jawa Timur, atau sekitar 100 meter dari bibir pantai. Pihak Syahbandar Pelabuhan Tanjung Wangi tengah menyelidiki penyebab pasti tabrakan tersebut.  Kapal tongkang bermuatan semen Bosowa menabrak tanker Pertamina saat hendak bersandar di Pelabuhan Tanjung Wangi, semalam. Diduga, tongkang tak mampu menahan derasnya arus karena cuaca buruk. Beruntung, tanker dalam keadaan kosong sehingga tidak terjadi ledakan. Namun, kerugian ditaksir mencapai miliaran rupiah dlaam musibah itu &lt;b&gt;&lt;a href="http://www.liputan6.com/daerah/?id=156023"&gt;.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : Liputan6.com&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5276218409984488232-8614767398798092772?l=taganaindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://taganaindonesia.blogspot.com/feeds/8614767398798092772/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5276218409984488232&amp;postID=8614767398798092772&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5276218409984488232/posts/default/8614767398798092772'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5276218409984488232/posts/default/8614767398798092772'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://taganaindonesia.blogspot.com/2008/03/kapal-tongkang-bosowo-tabrak-tanker.html' title='Kapal Tongkang Bosowo Tabrak Tanker'/><author><name>Tagana Indonesia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01909754092623668617</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_aO_QCMhBUUs/R9Tx8nI9yxI/AAAAAAAAAC4/r9xMFiJt7Rs/s72-c/tongkang.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5276218409984488232.post-5513131214081293272</id><published>2008-03-10T15:24:00.001+07:00</published><updated>2008-12-10T21:51:08.253+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Riau 2'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Riau'/><title type='text'>Pesawat Adam Air Tergelincir</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_aO_QCMhBUUs/R9TwxHI9ywI/AAAAAAAAACw/Pjl7IlRqZGM/s1600-h/adam.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_aO_QCMhBUUs/R9TwxHI9ywI/AAAAAAAAACw/Pjl7IlRqZGM/s200/adam.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5176026598276451074" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Pesawat Adam Air jenis Boeing 737 seri 400 jurusan Jakarta-Batam tergelincir di Bandar Udara Hang Nadim, Batam, Kepulauan Riau, Senin (10/3) sekitar pukul 10.30 WIB. Pesawat yang berangkat dari Jakarta pukul 08.30 WIB itu mengangkut 172 penumpang.  Saat mendarat, ban pesawat tergelincir dan terperosok sehingga sayap bagian kanan patah. Diduga, musibah tersebut akibat landasan licin menyusul hujan deras yang mengguyur Batam sejak pagi tadi. Beruntung, tak ada korban jiwa dalam kecelakaan ini. Namun, lima penumpang mengalami &lt;i&gt;shock&lt;/i&gt; dan langsung dilarikan ke Rumah Sakit Otorita Batam. Sedangkan, sebagian penumpang lain masih berada di ruang tunggu Bandara Hang Nadim.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5276218409984488232-5513131214081293272?l=taganaindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://taganaindonesia.blogspot.com/feeds/5513131214081293272/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5276218409984488232&amp;postID=5513131214081293272&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5276218409984488232/posts/default/5513131214081293272'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5276218409984488232/posts/default/5513131214081293272'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://taganaindonesia.blogspot.com/2008/03/pesawat-adam-air-tergelincir.html' title='Pesawat Adam Air Tergelincir'/><author><name>Tagana Indonesia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01909754092623668617</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_aO_QCMhBUUs/R9TwxHI9ywI/AAAAAAAAACw/Pjl7IlRqZGM/s72-c/adam.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5276218409984488232.post-5537207056084312060</id><published>2007-12-31T09:00:00.000+07:00</published><updated>2008-12-10T21:51:08.392+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jawa Tengah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sumatera Barat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jawa Timur'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jawa Barat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bali'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Papua'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nusa Tenggara Barat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Banten'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='DKI Jakarta'/><title type='text'>Bibit Badai Tropis Terbentuk di Barat Laut Australia</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_KJFZs6-akog/R3hLK8tI2rI/AAAAAAAAAKE/R1uAQciY24E/s1600-h/td.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_KJFZs6-akog/R3hLK8tI2rI/AAAAAAAAAKE/R1uAQciY24E/s320/td.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5149948825364388530" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Bibit badai tropis diperkirakan akan segera terbentuk di bagian barat laut Australia atau di selatan Bali-Nusa Tenggara. Hujan dengan intensitas tinggi dan angin kecang seperti terjadi di beberapa daerah belakangan ini masih akan terulang dalam dua bulan ke depan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;"Hari ini , tekanan di titik itu sangat rendah yakni 990 milibar dari normalnya 1.004 hingga 1.005 milibar, selisih 15 milibar itu besar sekali, ini akan segera menjadi bibit badai tropis," kata pakar meteorologi dari Badan Penelitian dan Pengembangan Teknologi (BPPT) Dr. Edvin Aldrian di Jakarta, seperti dilaporkan &lt;em&gt;Antara&lt;/em&gt;.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Karena tekanan di barat laut Australia sangat rendah sejak beberapa hari terakhir, maka massa udara dari berbagai tempat mengalir ke arah tersebut dan membuat Jawa menjadi tempat berkumpulnya awan (intertropical convergence zone). &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;"Di atas Jakarta, Banten dan Jawa Barat kita bisa melihat awan tebal berlari kencang ke arah Barat laut Australia, dan sayangnya jatuh di Jawa Tengah dan Jawa Timur, sehingga di kawasan ini terjadi banjir dan longsor," katanya. Sumatera yang pada November sudah mengalami banjir dan longsor, kini diuntungkan dengan udara yang lebih kering, karena semua awan lari ke Jawa.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Hingga Maret&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Mulai tumbuhnya siklon ini membuat kejadian banjir dan longsor di Jawa menjadi lebih lama lagi. Ini bahaya bagi daerah pegunungan tinggi dan terjal di selatan Jawa karena risiko hujan akan semakin tinggi.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sementara itu, menurut Achmad Zakir, Kepala Sub Bidang Informasi Meteorologi BMG, bulan Desember ini memang masanya terjadi badai tropis di belahan Bumi selatan. Musim badai akan berlangsung hingga Maret-April. &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;"Setiap tahun, lokasi tumbuhnya badai berbeda-beda, bisa saja di selatan Papua New Guinea, selatan Teluk Carpentaria, selatan Timor, selatan Bali, atau selatan Jawa," kata Zakir saat dihubungi &lt;em&gt;Kompas.com,&lt;/em&gt; Jumat (28/12) sore. &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Tumbuhnya badai dapat memicu terjadinya cuaca ekstrim yang dirasakan sebagai curah hujan tinggi dan angin kencang. "Cuaca ektrim seperti kemarin berpeluang terulang kembali dalam dua bulan mendatang," katanya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Namun, tanpa adanya badai tropis sekalipun, angin kecang, hujan lebat, dan gelombang tinggi tetap berpeluang terjadi di wilayah Indonesia. Hal itu dipicu berembusnya angin muson barat dari Pasifik ke Australia antara Desmeber-April yang membawa massa uap air dalam jumlah besar. &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;"Yang namanya hujan lebat, angin kencang, dan gelombang tinggi masih berpeluang terjadi di Laut Jawa, Flores, barat Sumatera. Hujan dan angin kencang berpeluang terjadi di Jawa bagian barat, Jawa Tengah bagian selatan, Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara," ujar Zakir. Kekuatan angin muson barat ini berfluktuasi dalam hitungan minggu hingga bulan.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5276218409984488232-5537207056084312060?l=taganaindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://taganaindonesia.blogspot.com/feeds/5537207056084312060/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5276218409984488232&amp;postID=5537207056084312060&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5276218409984488232/posts/default/5537207056084312060'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5276218409984488232/posts/default/5537207056084312060'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://taganaindonesia.blogspot.com/2007/12/bibit-badai-tropis-terbentuk-di-barat.html' title='Bibit Badai Tropis Terbentuk di Barat Laut Australia'/><author><name>Tagana Indonesia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01909754092623668617</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_KJFZs6-akog/R3hLK8tI2rI/AAAAAAAAAKE/R1uAQciY24E/s72-c/td.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5276218409984488232.post-6092052637194820977</id><published>2007-12-26T15:23:00.000+07:00</published><updated>2008-12-10T21:51:09.107+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jawa Tengah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jawa Timur'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='DKI Jakarta'/><title type='text'>Bencana Hari Ini 26 Desember 2007, Dimohon Tagana Setempat Sigap</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(102, 0, 204);" class="arial16"&gt;Longsor di Tawangmangu, 61 Tewas&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(102, 0, 204);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Sebanyak 61 orang tewas akibat tertimbun tanah longsor di Desa Mogol, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, Rabu (26/12) pagi. Musibah ini terjadi menyusul hujan deras yang terus mengguyur Karanganyar sejak semalam.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Salah seorang petugas jaga Kepolisian Sektor Tawangmangu membenarkan peristiwa itu. Hingga kini, belum seluruh korban dievakuasi. Sebab, petugas kesulitan mencapai lokasi yang berada sekitar dua kilometer dari objek wisata Lereng Barang di kaki Gunung Lawu.&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_aO_QCMhBUUs/R3IQWHNLdnI/AAAAAAAAACY/bA0IvEzwhpE/s1600-h/longsor+tawangmangu.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_aO_QCMhBUUs/R3IQWHNLdnI/AAAAAAAAACY/bA0IvEzwhpE/s320/longsor+tawangmangu.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5148195296115390066" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Adapun menurut dokter Totok Sulistiyanto, petugas Pusat Kesehatan Masyarakat Tawangmangu, dari 61 korban meninggal, baru seorang yang berhasil dievakuasi dan langsung diidentifikasi. Korban bernama Sumardi yang berusia 26 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255); font-weight: bold;font-size:100%;color:#ff0000;"  &gt;&lt;a class="newstitle"&gt;&lt;span class="arial16"&gt; Enam Kecamatan di Pekalongan Terendam Banjir&lt;/span&gt; &lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ribuan rumah di enam kecamatan di Pekalongan, Jawa Tengah, terendam banjir akibat meluapnya Kali Sragi serta Boro setelah diguyur hujan lebat semalam. Banjir terparah melanda Kecamatan Bojong dan Tirto dengan ketinggian air mencapai 1,5 meter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_aO_QCMhBUUs/R3IRHXNLdoI/AAAAAAAAACg/fTlkwN-QWrA/s1600-h/Banjir+6+kecmatan.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_aO_QCMhBUUs/R3IRHXNLdoI/AAAAAAAAACg/fTlkwN-QWrA/s320/Banjir+6+kecmatan.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5148196142223947394" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Warga Desa Legokclile, Bojong, sejak semalam berusaha keluar dari genangan air yang masuk ke rumah-rumah mereka. Di desa ini lebih dari 400 rumah terendam. Warga belum bisa mengungsi karena banjir yang menggenangi permukiman arusnya cukup deras. Mereka berharap tim &lt;i&gt;Search and Rescue&lt;/i&gt; memberikan bantuan.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Selain ribuan rumah, banjir juga merendam dan memorak-porandakan ribuan hektare lahan padi yang baru ditanam. Sementara seorang warga Buaran dilaporkan tewas akibat terseret arus. Tiga desa di Bojong yakni Legokclile, Randumukti Aren dan Panti Anom juga masih terisolasi karena banjir&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255); font-weight: bold;font-size:100%;color:#ff007f;"  &gt;&lt;a class="newstitle"&gt;&lt;span class="arial16"&gt;Banjir Merendam Sebagian Daerah Jatim&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;Banjir merendam sebagian wilayah Jawa Timur. Tidak hanya merendam rumah warga, sejumlah akses jalan di sejumlah daerah lumpuh akibat terendam banjir. Bahkan beberapa layanan publik tidak dapat digunakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_aO_QCMhBUUs/R3IRgXNLdpI/AAAAAAAAACo/IdOONQF4NWU/s1600-h/banjir+kuta.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_aO_QCMhBUUs/R3IRgXNLdpI/AAAAAAAAACo/IdOONQF4NWU/s320/banjir+kuta.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5148196571720677010" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Di Madiun, banjir tak hanya merendam ribuan rumah tapi Markas Kepolisian Wilayah serta Markas Kepolisian Resor Kota. Pelayanan publik jadi terganggu, sejumlah sekolah meliburkan siswanya. Banjir kali ini cukup parah, di beberapa titik tinggi air mencapai satu hingga dua meter. Jalur kereta api Madiun-Magetan lumpuh.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Banjir di Trenggalek juga cukup parah. Hujan yang turun sejak sore kemarin meluapkan sungai hingga meluber dan masuk ke perkampungan warga. Akses jalan di beberapa titik putus. Tidak ada yang menduga keadaan bakal separah ini.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Jalur pantai utara (pantura) yang menghubungkan Gresik dan Lamongan juga putus akibat banjir. Hingga kini jalur yang putus yakni di wilayah Paneng dan Ujung Pangkah belum diperbaiki. Selain jalur putus, banjir bandang juga mengakibatkan dua rumah roboh dan puluhan lainnya rusak berat.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Banjir juga merendam wilayah Jawa Tengah. Tiga kecamatan di Purwodadi terendam banjir yakni Gundih, Toroh, dan Kota Purwodadi. Bahkan kini wilayah yang terendam meluas dan menyebabkan kemacetan luar biasa terutama kendaraan yang menuju Purwodadi dari Semarang.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Banjir telah menggenangi Kota Purwodadi sejak malam tadi. Warga yang tadinya hendak bertahan akhirnya mengungsi karena ketinggian air terus meninggi dan memasuki rumah. Banjir ini adalah terbesar setelah 1992. Diduga banjir karena hilangnya daerah resapan air akibat penggundulan hutan jati di Purwodadi Selatan.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Kecamatan Jebres dan Pasar Kliwon juga terendam banjir akibat Sungai Bengawan Solo meluap setelah hujan deras turun terus menerus. Menurut warga, air datang begitu cepat sehingga tak sempat menyelamatkan barang-barangnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255); font-weight: bold;font-size:100%;color:#0000ff;"  &gt;&lt;a class="newstitle"&gt;&lt;span class="arial16"&gt;Banjir di Kuta Belum Surut&lt;/span&gt; &lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Banjir yang merendam kawasan Seminyak, Kuta, Bali hingga Rabu (26/12) pagi belum surut. Genangan air setinggi 30 sentimeter masih terlihat di Jalan Basangkasa. Akibatnya, mobil dan sepeda motor yang melintasi jalur ini harus berjalan perlahan sehingga menimbulkan kemacetan. &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kondisi tersebut sempat dikeluhkan para turis mancanegara yang berkunjung ke Kuta. Terlebih, wilayah yang dilanda banjir merupakan salah tujuan belanja dan wisata bagi wisatawan asing. Sejumlah turis menilai pemerintah setempat lambat menangani banjir.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Selain mengganggu arus lalu lintas, musibah itu juga mengganggu kegiatan ekonomi di Kuta. Lantaran sepi pembeli, beberapa toko penjual kerajinan mengalami penurunan omzet hingga 50 persen.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Banjir di Seminyak akibat hujan deras yang terus mengguyur sejak kemarin. Musibah ini adalah yang terbesar dalam tiga tahun terakhir. Banjir diperkirakan akan semakin besar jika hujan deras kembali turun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 204, 0);"&gt;Sumber : Liputan6&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5276218409984488232-6092052637194820977?l=taganaindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://taganaindonesia.blogspot.com/feeds/6092052637194820977/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5276218409984488232&amp;postID=6092052637194820977&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5276218409984488232/posts/default/6092052637194820977'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5276218409984488232/posts/default/6092052637194820977'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://taganaindonesia.blogspot.com/2007/12/bencana-hari-ini-26-desember-2007.html' title='Bencana Hari Ini 26 Desember 2007, Dimohon Tagana Setempat Sigap'/><author><name>Tagana Indonesia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01909754092623668617</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_aO_QCMhBUUs/R3IQWHNLdnI/AAAAAAAAACY/bA0IvEzwhpE/s72-c/longsor+tawangmangu.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5276218409984488232.post-4487644354771606546</id><published>2007-12-22T05:16:00.000+07:00</published><updated>2007-12-22T05:18:00.232+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jawa Barat'/><title type='text'>Banjir Bandung Raya Semakin Meluas</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;img src="http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/images/stories/fotoupload/20071222jabar-1-1.jpg" alt="Image" title="Image" border="0" height="176" hspace="6" width="361" /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;ROBOH&lt;/strong&gt;, Seorang warga RW 34 Kel Melong, Kec Cimahi Selatan, Kota Cimahi memandangi sebagian bangunan rumahnya yang roboh diterjang banjir luapan air Sungai Cikendal, kemarin. Warga berjalan di tengah Lumpur setinggi sekitar 10 cm. &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;BANDUNG(SINDO) – Hujan deras yang mengguyur Bandung Raya, kemarin, menyebabkan banjir meluas di sejumlah lokasi.Rumah yang rusak diterjang luapan air bertambah. &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sejumlah warga masih mengungsi. Puluhan rumah di Kampung Bojongjati RW 6 dan Kampung Bojongpulus RW 7, Desa Bojongloa, Kec Rancaekek, Kab Bandung, kembali terendam banjir, kemarin. Hujan yang mengguyur kawasan Kec Rancaekek sejak pukul 14.00–19.00 WIB kemarin mengakibatkan lintasan arus Sungai Cikeruh meluap yang akhirnya merendam rumah warga hingga setinggi satu meter. &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Luapan Sungai Cikeruh yang berhulu di Kab Sumedang ini pun menggenangi Jalan Raya Rancaekek. ”Banjirnya hanya bersifat lintasan akibat Sungai Cikeruh meluap. Paling dalam waktu dua atau tiga jam juga surut lagi,” kata Camat Rancaekek Dadang Setiawan kepada SINDO, tadi malam. &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dadang menambahkan, air mulai meninggi sejak pukul 17.00 WIB di sepanjang Jalan Raya Rancaekek. Hasil pendataan sementara,lanjutnya,banjir diperkirakan merendam 50 rumah warga di kedua kampung tersebut. Dari pantauan SINDO, luapan Sungai Cikeruh menyebabkan Jalan Raya Rancaekek hingga pintu lintasan KA terendam air dengan ketinggian 50 cm atau sepaha orang dewasa. &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Hingga pukul 19.00 WIB, kemacetan terjadi di sejumlah ruas jalan di kawasan tersebut akibat banyaknya kendaraan bermotor, baik mobil maupun sepeda motor, yang mogok terendam air. Air setinggi 50 cm juga merendam halaman Masjid Raya Rancaekek di Kampung Kaum, Desa Bojongloa, dan memacetkan arus lalu lintas di depannya. Bahkan, akses jalan menuju Kampung Bojongpulus terendam hingga 1–1,5 meter. &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Menurut Yadi, warga Kampung Bojongpulus,RT 04/07, Desa Bojongloa, desanya memang merupakan daerah langganan banjir saat musim hujan tiba. Bila hujan susulan kembali terjadi, dipastikan ketinggian air bisa mencapai satu meter.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;”Sudah kedua kalinya sejak musim hujan ini, rumah saya terendam sampai sepinggang. Tapi, keluarga saya tidak mau mengungsi karena airnya pasti cepat surut. Da ini mah cuma banjir lintasan. Kami harus sabar saja menunggu air surut antara tiga sampai empat jam,” kata Yadi. &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Warga Mulai Terserang Penyakit &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sementara itu, hari kedua pascabanjir bandang di Kel Melong, Kec Cimahi Selatan, ratusan warga mulai terserang wabah penyakit. Banjir yang disebabkan robohnya dua tanggul Sungai Cikendal di RW 14 dan 34, Kamis (20/12) lalu, masih menyisakan genangan air setinggi lutut. &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Data dari Sekretariat Bersama (Sekber) Kel Melong menyebutkan, kendati tidak ada korban jiwa, terdapat 61 korban banjir berobat ke Puskesmas Melong. Mereka menderita gatal-gatal, pilek, maag, batuk, dan panas dingin. Hingga sore kemarin, tercatat 800 rumah warga terendam dan 12 ambruk yang tersebar di lima RW, yakni RW 10,14,26,32,dan 34.Kondisi terparah dialami RW 34 dengan jumlah korban mencapai 665 kepala keluarga (KK). &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sebagian korban terpaksa mengungsi di beberapa masjid, pos pengamanan, dan mendirikan tenda di lokasi bencana. Sehari sebelumnya, air mencapai ketinggian 1–1,5 meter menggenangi perumahan.Peristiwa tersebut diakibatkan hujan lebat yang mengguyur Kota Cimahi sejak pukul 15.00 WIB.Warga pun mulai mendirikan lima posko bantuan dan satu dapur umum di lokasi banjir.Sejumlah bantuan dari Pemkot Cimahi, LSM, dan parpol mulai berdatangan. &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Petugas Puskesmas Melong Cimahi Selatan Dedeh menyebutkan, stok obat-obatan bagi korban banjir bandang mulai menipis. Pasalnya, hingga kemarin, Dinkes Kota Cimahi belum menyuplai obat. Stok tersebut diperkirakan akan habis hari ini mengingat pasien korban banjir yang terus berdatangan. Diperkirakan 500 warga lagi yang akan berobat ke puskesmas. &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Korban banjir bandang,Fahmi, 35, mengatakan, bantuan makanan, pakaian, dan obat-obatan banyak tidak sampai ke tangan warga. Korban banjir juga belum mendapat lokasi pengungsian yang layak. Akibatnya, warga terpaksa tidur di masjid-masjid,posko bantuan, dan dapur umum. Hingga kemarin, satu unit mobil pemadam kebakaran (damkar) Kota Cimahi masih berada di lokasi. Petugas kesulitan menyedot air di perumahan warga karena bercampur lumpur setebal 60 cm. &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Beberapa warga mulai menembok kembali tanggul Sungai Cikendal yang roboh.Namun, aktivitas sempat terhenti saat hujan deras kembali mengguyur. Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Tata Kota (Distakot) Kota Cimahi Boy Iman Nugraha menyebutkan, untuk penanggulangan sementara pihaknya membangun kembali tanggul roboh semipermanen.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Menurut Boy, banjir kali ini disebabkan penyempitan ruang Sungai Cikendal yang menghubungkan Kel Melong,Kota Cimahi dengan Kel Cijerah, Kec Bandung Kulon,Kota Bandung. Di tempat sama anggota DPRD Kota Cimahi Achmad Zulkarnain menyatakan, seharusnya Pemkot Cimahi tidak membangun tanggul yang hanya bersifat sementara. &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Achmad juga mendesak agar Pemkot Cimahi bekerja sama dengan Pemkot Bandung dalam penanggulangan banjir ini. ”Kalau tanggul itu hanya sementara, bisa jadi jebol lagi. Pemkot bisa menggunakan dana tak terduga bagi penanggulangan bencana semaksimal mungkin dan bekerja sama dengan Pemkot Bandung,” tandas Achmad. &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kembali Disergap Cileuncang &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dari Kota Bandung, akibat hujan yang mengguyur wilayah Bandung dan sekitarnya sepanjang siang hingga sore kemarin, sejumlah ruas jalan kembali disergap banjir cileuncang. Banjir cileuncang terparah terjadi di Jalan AH Nasution (Ujungberung), tepatnya di depan SPBU Cikadut. Di ruas jalan tersebut, ketinggian air hampir mencapai 1,5 meter. &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Akibatnya, kemacetan pun tak terhindarkan. Selain di jalan tersebut, banjir juga terjadi di Jalan Cileunyi, Surapati, Supratman,Arcamanik, Jakarta, dan Jalan Antapani.Tidak hanya genangan air, sampah-sampah berserakan di tengah jalan hingga menghambat laju kendaraan. Sejumlah pengemudi sepeda motor pun terpaksa menepikan kendaraannya karena khawatir terendam air. &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;”Wah, hujannya cukup deras mas. Saya terpaksa berhenti dulu di pinggir jalan karena khawatir mesin sepeda motornya mati. Sekarang, hampir setiap hari hujan turun deras.Udah gitu,kalau hujan pasti macet. Saya heran, kenapa setiap banjir, jalan-jalan di Bandung selalu digenangi air. Ujung-ujungnya pasti macet,” kata Nivo, 23, seorang pengendara motor yang terjebak hujan di Jalan Supratman. &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Selain di wilayah Bandung Tengah, banjir cileuncang juga melanda sejumlah ruas jalan di Bandung Utara, di antaranya Jalan Setiabudi, Cihampelas, Cipaganti, dan Jalan Djundjunan (Pasteur). Meski air tidak terlalu tinggi, banjir membuat arus lalu lintas terhambat. Sementara itu, jumlah bangunan yang tergerus banjir bandang di RT 10/3 Kel Hegarmanah, Kec Cidadap, Kamis (20/12) lalu, bertambah menjadi tujuh bangunan. Ketujuh bangunan tersebut adalah rumah milik Warsoyo, Jajang, Suyatno, Joni Hermawan,Wawan, dan Enceh, serta bangunan GOR Panglayungan. &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Selain itu, satu rumah milik Ade,juga rubuh diterjang banjir bandang. ”Sampai saat ini kami masih mendata jumlah rumah yang jebol tergerus banjir bandang. Bisa saja jumlahnya bertambah karena saya masih belum sempat berkeliling lagi ke lokasi lain.Beberapa warga, terutama yang rumahnya tergerus banjir, masih ada yang mengungsi di Masjid Asyi Syukrilah, tidak jauh dari lokasi banjir,” kata Ketua RT 10 Ook Suparman kepada wartawan, kemarin. &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ook menambahkan,90% warga sebetulnya sudah kembali ke rumah. Pihaknya pun sudah berkoordinasi dengan Pemkot Bandung untuk membantu warga yang kehilangan tempat tinggal.Disinggung soal relokasi warga,Ook mengaku, masih belum memikirkan langkah tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : Seputar Indonesia&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5276218409984488232-4487644354771606546?l=taganaindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://taganaindonesia.blogspot.com/feeds/4487644354771606546/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5276218409984488232&amp;postID=4487644354771606546&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5276218409984488232/posts/default/4487644354771606546'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5276218409984488232/posts/default/4487644354771606546'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://taganaindonesia.blogspot.com/2007/12/banjir-bandung-raya-semakin-meluas.html' title='Banjir Bandung Raya Semakin Meluas'/><author><name>Tagana Indonesia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01909754092623668617</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5276218409984488232.post-8602286385265767873</id><published>2007-12-15T20:19:00.001+07:00</published><updated>2008-12-10T21:51:09.400+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Banten'/><title type='text'>MENSOS : "Penananganan Bencana Di Banten Bisa Jadi Contoh Bagi Provinsi Lain"</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_aO_QCMhBUUs/R2PVDXNLdjI/AAAAAAAAAB4/YfwEqPIKDOI/s1600-h/A120071212+Kegiatan+Simulasi+Bencana+dan+Apel+Taruna+Siaga+-+Karang+Suraga+Anyer+Serang+-6.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_aO_QCMhBUUs/R2PVDXNLdjI/AAAAAAAAAB4/YfwEqPIKDOI/s320/A120071212+Kegiatan+Simulasi+Bencana+dan+Apel+Taruna+Siaga+-+Karang+Suraga+Anyer+Serang+-6.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5144189453132854834" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;"Provinsi Banten bisa jadi contoh keseriusan penanggulangan bencana yang koordinatif antara pemprov, pemkab dan pemkotnya" demikian dinyatakan Menteri Sosial RI Bachtiar Chamsyah saat Apel Taruna Siaga Bencana (Tagana) di Pantai Karang Suraga - Anyer, Rabu (12/12).&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Mensos juga menyarankan kepada Gubernur Banten untuk menyusun kontingensi bencana meliputi strategi penanggulangan kebencanaan secara komprehensif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Bachtir Chamsyah, kegiatan simulasi bencana dan apel siaga bencana yang melibatkan Pemprov Banten, pemkab dan pemkotnya patut dijadikan contoh oleh provinsi-provinsi lain, mengingat Provinsi Banten telah secara sinergis dan berkoordinasi  dengan kab/kotanya dalam penanggulangan bencana dan telah pula mengalokasikan dana penanggulangan bencana yang cukup dalam APBD-nya .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gubernur, bupati dan walikota diinstruksikan juga oleh Menteri Sosial untuk menyusun kontingensi bencana yang sifatnya penanggulangan bencana yang koordinatif dan komprehensif termasuk mitigasi bencana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Taruna Siaga Bencana (Tagana) adalah unsur penanggulangan bencana yang berbasis masyarakat.&lt;br /&gt;Menurut Bachtiar Chamsyah, perda-perda provinsi di beberapa tempat di Indonesia masih kurang serius dalam mengantisipasi bencana hal ini diperihatkan dengan kurangnya koordinatif dan minimnya anggaran dalam APBD mereka, terkecuali di Banten yang sudah mengalokasikan anggaran APBD yang pantas di kab/kota. Namun ada beberapa kendala nomen klatur penanganan bencana di beberapa daerah masih beragam, atau ada beberapa SKPD yang terlibat langsung menangani bencana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih lanjut Bachtiar Chamsyah mengungkapkan bahwa masih ada paradigma bahwa penanganan bencana masih merupakan urusan pemerintah pusat padahal dengan semangat otonomi daerah sebenarnya harus diurus oleh masing-masing daerahnya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa pergeseran pradigma yang yang saat ini digunakan pemerintah pusat  dalam penanggulangan kebijakan bencana yang pertama dari sifat penanggulangan bencana yang tadinya reaktif menjadi lebih proaktif, kedua dulu penanganan becanana bersifat emergency response sekarang menjadi risk reduction (pengurangan resiko), ketiga dari sisi kewenana,dulu terpusat, sekarang menjadi lokal otonom, yang keempat perubahan paradigma di tingkat internasional disesuaian dengan kebijakan di Indonesia dulu penanganan bencana bersifat kepemerintahan (government) sekarang menjadi partisipatori (tanggung jawab bersama stakeholders dan masyarakat).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah-langkah yang telah diambil oleh pemerintah pusat yaitu peningkatan mutu dan jenis bantuan sesuai dengan kondisi wilayah masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian membangun sistem pengelolaan bantuan sosial, logistik, komunikasi dan lain-lain, yang selama ini kurang terkoordinatif, dan memperluas jalur layanan hingga ke lokasi-lokasi bencana. "Itu semua harus diikuti oleh pemprov di beberapa daerah di Indonesia," kata Bachtiar Chamsyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara Gubernur Banten-Hj.Ratu Atut Chosiyah, SE mengungkapkan masih ada beberapa aturan pusat yang masih menyulitkan koordinatif, contohnya penanganan bencana melibatkan beberapa SKPD karena nomenklaturnya beda-beda. Provinsi Banten bersama kab/kota telah melakukan penyesuaian terhadap perubahan PP yang saat ini sudah berubah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Provinsi Banten telah melakukan koordinasi dengan pusat vulkanologi dan mitigasi bencana, saat ini Anak Gunung Krakatau dalam kondisi siaga level III sekalipun demikian masih ada aktifitas  dengan kondisi tersebut dan masyarakat masih diperbolehkan beraktivitas namun dilarang untuk mendekati Anak Gunung Krakatau pada radius 3 km, lebih lanjut Gubernur Banten mengungkapkan masih akan berkoordinasi dengan satlak penangan bencana di kab/kota.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam apel siaga bencana ini, Opar Sopari-Kepala Dinas Sosial dan Tenaga kerja Provinsi Banten melaporkan bahwa peserta Tagana yang mengadiri apel dan simulasi bencana berjumlah 700 orang yang berasal dari kab/kota se-Provinsi Banten, kegiatan ini berupa jambore telah berlangsung sejak 10-12 Desember 2007, kegiatan lainnya mengelar forum silaturahmi, apel, dan penyerahan perahu dolpin, penyerahan kendaraan rescue taktical unit yang diserahkan kepada Kab.Pandeglang, kemudan penyerahan penghargaan kepada tagana-tagana dalam uji ketangkasan, juara I diraih Kab. Serang, diikuti Kab. Pandeglang dan kab Tangerang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kegiatan siaga bencana yang unsur personilnya sukarelawan berbasis masyarakat Gubernur Banten menghimbau kalangan stakeholders terutama para pengusaha untuk dapat membantu pemerintah daerah dalam melengkapi kebutuhan atau infrastruktur targana, "ya minimal para pengusaha dapat menyumbang menyediakan seragam" kata Gubernur Banten saat diwawancara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usai melakukan apel dan simulasi penanganan bencana oleh para tagana, sekitar pukul 13:30 WIB, Gubernur Banten disertai Menteri Sosial RI, Kepala Dinas Sosial dan Tenaga Kerja, Kepala BMG Serang dan beberapa unsur Muspida Banten melakukan peninjauan langsung guna menyaksikan aktivitas Anak Gunung Krakatau dalam jarak dekat dengan menumpangi 2 kapal motor yang berangkat dari Hotel Marina Anyer.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5276218409984488232-8602286385265767873?l=taganaindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://taganaindonesia.blogspot.com/feeds/8602286385265767873/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5276218409984488232&amp;postID=8602286385265767873&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5276218409984488232/posts/default/8602286385265767873'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5276218409984488232/posts/default/8602286385265767873'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://taganaindonesia.blogspot.com/2007/12/mensos-penananganan-bencana-di-banten.html' title='MENSOS : &quot;Penananganan Bencana Di Banten Bisa Jadi Contoh Bagi Provinsi Lain&quot;'/><author><name>Tagana Indonesia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01909754092623668617</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_aO_QCMhBUUs/R2PVDXNLdjI/AAAAAAAAAB4/YfwEqPIKDOI/s72-c/A120071212+Kegiatan+Simulasi+Bencana+dan+Apel+Taruna+Siaga+-+Karang+Suraga+Anyer+Serang+-6.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5276218409984488232.post-2355469696450242176</id><published>2007-12-15T12:57:00.000+07:00</published><updated>2007-12-15T12:58:04.144+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jawa Barat'/><title type='text'>Sejumlah Daerah di Tanah Air Banjir</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hujan lebat yang terus turun mengakibatkan daerah Kuranji, Padang, Sumatra Barat, Jumat (14/12) pagi, banjir. Puluhan rumah warga terendam air setinggi setengah meter. Ini mengakibatkan aktivitas warga yang hendak keluar rumah terganggu. Selain permukiman, banjir juga merendam sekolah sehingga kegiatan belajar mengajar diliburkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Bandung Selatan, Jawa Barat, empat desa terendam akibat luapan Sungai Citarum. Di antaranya Desa Parunghalang, Bojong Asih, Babakan Ciputan, dan Andir di Kecamatan Dayeuhkolot. Ketinggian air bervariasi mulai dari 40 sentimeter hingga semeter. Dan desa yang terparah letaknya di pinggir Sungai Citarum. Saat ini, banyak warga yang mengungsi ke rumah kerabat atau tempat penampungan sementara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara hujan deras yang mengguyur Serang, Banten, mengakibatkan sejumlah ruas jalan utama tergenang hingga setinggi 40 sentimeter. Genangan air kerap terjadi akibat minimnya saluran air yang dampaknya mengganggu aktivitas masyarakat. Selain menimbulkan kemacetan, genangan air juga menjadi pemicu mogoknya kendaraan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hujan yang turun secara terus menerus juga merendam puluhan rumah dan hektare tanaman jagung di Soppeng, Sulawesi Selatan. Banjir juga menggenangi jalan raya sehingga transportasi terhambat. Selain dikarenakan curah hujan yang tinggi, banjir diduga juga terjadi akibat kerusakan hutan sehingga air tidak bisa diserap maksimal.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5276218409984488232-2355469696450242176?l=taganaindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://taganaindonesia.blogspot.com/feeds/2355469696450242176/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5276218409984488232&amp;postID=2355469696450242176&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5276218409984488232/posts/default/2355469696450242176'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5276218409984488232/posts/default/2355469696450242176'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://taganaindonesia.blogspot.com/2007/12/sejumlah-daerah-di-tanah-air-banjir.html' title='Sejumlah Daerah di Tanah Air Banjir'/><author><name>Tagana Indonesia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01909754092623668617</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5276218409984488232.post-1001961511280228177</id><published>2007-12-15T12:55:00.000+07:00</published><updated>2007-12-15T12:56:07.736+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jawa Timur'/><title type='text'>Cuaca Buruk Hantam Madiun, Listrik Mati</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hujan lebat disertai angin kencang yang terjadi Kamis (14/12) tadi malam, menumbangkan puluhan pohon di sepanjang jalan utama Madiun, Jawa Timur menuju Ponorogo. Jaringan listrik ke 1.600 pelanggan juga putus. &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Akibatnya, warga di dua desa di Kecamatan Geger, Madiun menghabiskan malam tanpa listrik. Hingga berita ini disusun, petugas PLN Unit Pelayanan Jaringan Dolopo masih berupaya memperbaiki empat gardu induk dan jaringan listrik.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Selain memutus jaringan listrik, hujan deras disertai angin kencang juga merusak puluhan rumah warga. Selain genting, beberapa atap teras rumah warga berterbangan. Beberapa tembok retak.(&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5276218409984488232-1001961511280228177?l=taganaindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://taganaindonesia.blogspot.com/feeds/1001961511280228177/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5276218409984488232&amp;postID=1001961511280228177&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5276218409984488232/posts/default/1001961511280228177'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5276218409984488232/posts/default/1001961511280228177'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://taganaindonesia.blogspot.com/2007/12/cuaca-buruk-hantam-madiun-listrik-mati.html' title='Cuaca Buruk Hantam Madiun, Listrik Mati'/><author><name>Tagana Indonesia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01909754092623668617</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5276218409984488232.post-1249814625489104065</id><published>2007-12-15T12:53:00.001+07:00</published><updated>2007-12-15T12:53:45.160+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jawa Timur'/><title type='text'>Pesisir Selatan Jatim Digoyang Gempa</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pesisir selatan Provinsi Jawa Timur diguncang gempa berkuatan 5,3 skala Richter (SR), Sabtu (15/12) sekitar pukul 03.47 WIB. Sejauh ini belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan dan fasilitas umum lainnya. Demikian dilansir &lt;em&gt;Antara&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepala Stasiun Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) Sawahan, Nganjuk, Sugiharto menyebutkan, gempa akibat pergeseran lempeng bumi ini tergolong besar dibanding sebelumnya. Gempa terasa di beberapa wilayah. Antara lain Malang, Tulungagung, Trenggalek dan Pacitan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Gempa ini juga dirasakan sebagian warga di Kabupaten Nganjuk dan Kabupaten Kediri," kata Sugiharto menambahkan. Meski demikian, gempa berkekuatan 5,3 SR tersebut tidak berpotensi terjadinya gelombang tsunami walaupun pusatnya berada di kedalaman lautan.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5276218409984488232-1249814625489104065?l=taganaindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://taganaindonesia.blogspot.com/feeds/1249814625489104065/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5276218409984488232&amp;postID=1249814625489104065&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5276218409984488232/posts/default/1249814625489104065'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5276218409984488232/posts/default/1249814625489104065'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://taganaindonesia.blogspot.com/2007/12/pesisir-selatan-jatim-digoyang-gempa.html' title='Pesisir Selatan Jatim Digoyang Gempa'/><author><name>Tagana Indonesia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01909754092623668617</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5276218409984488232.post-579720668717716377</id><published>2007-12-15T12:51:00.000+07:00</published><updated>2007-12-15T12:52:43.142+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jawa Timur'/><title type='text'>DiterjangLongsor,17RumahRusak</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hujan deras yang mengguyur kawasan Ponorogo sejak Kamis (13/12) pukul 11.00–05.00 WIB kemarin mengakibatkan tanah longsor. Akibatnya, sekitar 17 rumah di Desa Mrayan,Kec Ngrayun,tertimbun tanah lima di antaranya rata dengan tanah.   &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Akibat bencana tersebut 17 kepala keluarga harus mengungsi ke rumah tetangganya. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu,namun warga tidak bisa tenang. Mereka harus bersiaga ketika hujan deras mengguyur kawasan Desa Mrayan. Misni,35,warga RT 02/02 Dusun Tempuran, Desa Mrayan, adalah satu korban yang rumahnya roboh tertimbun longsoran yang berasal dari perbukitan yang berada di kawasan tersebut.Menurutnya, bencana terjadi tengah hari saat hujan turun sangat lebat.“Waktunya siang hari sehingga kami bisa melakukan penyelamatan diri setelah mengungsi ke rumah tetangga,”ujarnya. Longsor juga menimbun ratusan hektare lahan sawah petani. &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Parahnya, petani di Desa Mrayan baru saja melakukan pembenihan untuk menyambut musim tanam bulan ini.Hingga saat ini belum ada data pasti mengenai berapa jumlah kerugian yang dialami petani, namun kerugian akibat longsor diperki-rakan ratusan juta. ”Untuk bisa menanami kembali dibutuhkan waktu yang sangat lama. Kami harus mengeruk dulu tanah yang menimbun lahan sawahnya, setelah itu melakukan pembaruan tanah kembali,” ujar Yadi, 56, petani Desa Mrayan yang sawahnya terkena longsoran bukit. Sementara itu,bencana longsor ini juga sempat memutuskan jalur 1 kilometer Mrayan–Kab Pacitan. Di kawasan tersebut terdapat sekitar 8 titik longsor. &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bahkan salah satu titik longsoran yang menimbun jalan Desa Tempuran hingga ke-marin,belum bisa dilalui kendaraan roda empat. Meski sudah dibersihkan, namun kondisi jalan masih dipenuhi batu dan jalannya menurun terlalu curam sehingga membahayakan kendaraan.Apalagi, lumpur juga masih memenuhi badan jalan. Camat Ngrayun Miskun Marikastilo mengatakan,tanah longsor yang mengakibatkan korban banyak hanya terjadi pada tahun ini saja. Sebelumnya juga ada bencana yang sama,namun jumlah korban rumah tidak sampai sebanyak ini.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;“ Ini akibat hujan deras yang sangat lama,”tukasnya. Sekadar diketahui, Desa Mrayan memiliki 4 dusun, yakni Krajan, Tempuran,Pakel,dan Plandon. Semua dusun tersebut menjadi korban longsor. Namun, kondisi Desa Tempuran terbilang paling parah karena sebanyak 8 rumah di dusun tersebut menjadi korban.Diperkirakan kerugian total ru-mah akibat bencana ini sebesar Rp229.000.000. &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kepala Bidang Perlindungan Masyarakat (Kabid Linmas) Kesbanglintibmas Ponorogo Nuryanto mengingatkan bahwa ancaman longsor masih bisa terjadi. Sebab, menurut perkiraan Badan Me-teorologi dan Geofisika, Ponorogo akan mengalami curah hujan yang sangat tinggi sekitar Januari dan Februari.Tiap kali ada hujan deras yang mengguyur Ponorogo, dipastikan terjadi bencana longsor,” ujarnya.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5276218409984488232-579720668717716377?l=taganaindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://taganaindonesia.blogspot.com/feeds/579720668717716377/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5276218409984488232&amp;postID=579720668717716377&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5276218409984488232/posts/default/579720668717716377'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5276218409984488232/posts/default/579720668717716377'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://taganaindonesia.blogspot.com/2007/12/diterjanglongsor17rumahrusak.html' title='DiterjangLongsor,17RumahRusak'/><author><name>Tagana Indonesia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01909754092623668617</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5276218409984488232.post-4633013949050188900</id><published>2007-12-04T18:04:00.001+07:00</published><updated>2008-12-10T21:51:09.601+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jawa Barat'/><title type='text'>Tagana Cianjur Gelar Pelatihan Penanggulangan Bencana Alam Berbasis Masyarakat</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_aO_QCMhBUUs/R1U5C-JGq9I/AAAAAAAAABw/GhWP1og3ax4/s1600-h/finalist_july0705-toddler.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 113px; height: 153px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_aO_QCMhBUUs/R1U5C-JGq9I/AAAAAAAAABw/GhWP1og3ax4/s320/finalist_july0705-toddler.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5140077272916995026" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:trebuchet ms;font-size:100%;"  &gt;Dalam rangka meningkatkan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;peran serta masyarakat dalam upaya Penanggulangan Bencana Alam di Kabupaten Cianjur serta melengkapi personill Taruna Siaga Bencana di Kecamatan Se-Kabupaten Cianjur sesuai dengan Peraturan &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Menteri Sosial Republik Indonesia Nomor :082/HUK/2006 tentang Taruna Siaga Bencana&lt;/span&gt;, maka dalam waktu dekat ini Taruna Siaga Bencana (TAGANA) Kabupaten Cianjur bekerjasama dengan Pemerintah Daerah (PEMDA) Cianjur akan menyelenggarakan Pelatihan Penanggulangan Bencana Alam Berbasis Masyarakat (PPBABM) yang akan digelar Mulai 26 s.d 30 Desember nanti.&lt;/span&gt; &lt;span style=";font-family:trebuchet ms;font-size:100%;"  &gt;Pelaksanaan PPBABM direncanakan akan dilaksanakan di Kecamatan Pagelaran Cianjur Selatan, mengingat daerah Cianjur Selatan merupakan Daerah Rawan Bencana khususnya Longsor dan Tsunami, selain itu pelaksanaan PPBABM ini melibatkan unsur-unsur sebagai persertanya antara Lain; Karang Taruna, Pramuka, Ormas Islam, Satgasos, PMI, OKP, dan organisasi lainnya yang jumlahnya 100 Orang.&lt;br /&gt;Dalam rangkaian kegiatan juga akan diselenggarakan &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0); font-style: italic;"&gt;Show Of Force Tagana&lt;/span&gt; berupa Pameran Foto-Foto dan alat Tagana yang akan dilaksanakan saat Pembukaan yang akan dihadiri oleh Bapak Bupati Cianjur, Dan Wakil Bupati Cianjur selaku Ketua SATLAK PB Cianjur serta Dinsosnaker, Ketua DPRD Cianjur, Perusahaan Pendukung dan warga masyarakat, juga di acara Penutupan akan dilaksanakan Pengukuhan Tagana Kecamatan Oleh Bupati Cianjur.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:trebuchet ms;font-size:100%;"  &gt;Panitia Pelaksana PPBABM yang dipimpin  Asep Moh Muhsin berharap sekalipun dana terbatas saya berharap semua pihak dapat bekerjasama khususnya &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;kepada Panglima Tagana Bapak Andi&lt;/span&gt;, semoga dapat hadir dan bersedia menjadi instruktur, &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Kepada Direktorat Bantuan dan Jaminan Sosial DEPSOS RI&lt;/span&gt; semoga berkenan mengabulkan do'a dan surat kami atas permohonan bantuan seragam untuk pelatihan tagana ini, kepada &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Direktur Sampoerna Foundation&lt;/span&gt; sangat berharap dapat bantuan khusus untuk Pelaksanaan ini dari Sampoerna Foundation atau kepada anda para pembaca Tagana Indonesia.com yang siap sedia memberikan kontribusi dalam rangka Pelatihan Penanggulangan Bencana Alam.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5276218409984488232-4633013949050188900?l=taganaindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://taganaindonesia.blogspot.com/feeds/4633013949050188900/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5276218409984488232&amp;postID=4633013949050188900&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5276218409984488232/posts/default/4633013949050188900'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5276218409984488232/posts/default/4633013949050188900'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://taganaindonesia.blogspot.com/2007/12/tagana-cianjur-gelar-pelatihan.html' title='Tagana Cianjur Gelar Pelatihan Penanggulangan Bencana Alam Berbasis Masyarakat'/><author><name>Tagana Indonesia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01909754092623668617</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_aO_QCMhBUUs/R1U5C-JGq9I/AAAAAAAAABw/GhWP1og3ax4/s72-c/finalist_july0705-toddler.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5276218409984488232.post-5112996039006716628</id><published>2007-11-28T21:24:00.000+07:00</published><updated>2008-12-10T21:51:09.993+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jawa Barat'/><title type='text'>24.000 Taruna Siaga Bencana Dilatih</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_aO_QCMhBUUs/R017ZrppQ_I/AAAAAAAAABo/8hvd4U-6hBY/s1600-h/bachtiar_chamsyah.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 105px; height: 129px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_aO_QCMhBUUs/R017ZrppQ_I/AAAAAAAAABo/8hvd4U-6hBY/s320/bachtiar_chamsyah.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5137898431043945458" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Menteri Sosial Bachtiar Chamsyah mengatakan, untuk menghadapi bencana alam yang bisa terjadi di seluruh daerah di Indonesia, pemerintah mengajak seluruh elemen masyarakat, untuk menanggulangi bersama.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Ia mengatakan, sistem penanganan bencana alam di Indonesia harus dibangun berbasis masyarakat. "Saat ini, pemerintah sudah melatih sebanyak sebanyak 24.000 taruna siaga bencana (Tagana), menyiapkan logistik, dan anggaran," katanya saat mengunjungi Kemah Kebangsaan yang diselenggarakan Departemen Sosial dan Ikatan Keluarga Pahlawan Nasional Indonesia (IKPNI), di Museum Monumen Pembela Tanah Air (Peta), di Bogor, Minggu (25/11).&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Menurut dia, dalam menghadapi bencana alam tidak mungkin hanya diselesaikan oleh pemerintah, tapi harus diatasi bersama-sama oleh pemerintah dan masyarakat. Karena itu, pemerintah mendorong berbagai elemen masyarakat untuk bersama-sama menanggulangi bencana alam, antara lain dengan memberikanpelatihan sebagai Tagana.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dalam menghadapi musim hujan yang berpotensi terjadi bencana alam banjir dan longsor maupun bencana alam lainnya, kata dia, pemerintah akan membangun sistem kesiapsiagaan yang tidak mengenal waktu, sesuai dengan kemampuan yang ada.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sistem yang dibangun, kata dia, adalah sistem penanganan bencana alam yang berbasis dengan masyarakat, untuk menanggulangi bencana alam yang terjadi daerahnya masing-masing.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;"Pembangunan sistem itu didukung dengan berbagai persiapan, mulai dari personil, logistik, maupun anggaran," katanya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Dari persiapan personel, kata dia, pemerintah melalui Departemen Sosial telah melatih sekitar 24.000 Tagana yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Para personil Tagana diberikan pelatihan fisik dan keterampilan di Rindam Jaya dan Diklat Polri, untuk menjadi pribadi yang unggul dalam menanggulangi bencana alam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5276218409984488232-5112996039006716628?l=taganaindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://taganaindonesia.blogspot.com/feeds/5112996039006716628/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5276218409984488232&amp;postID=5112996039006716628&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5276218409984488232/posts/default/5112996039006716628'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5276218409984488232/posts/default/5112996039006716628'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://taganaindonesia.blogspot.com/2007/11/24000-taruna-siaga-bencana-dilatih.html' title='24.000 Taruna Siaga Bencana Dilatih'/><author><name>Tagana Indonesia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01909754092623668617</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_aO_QCMhBUUs/R017ZrppQ_I/AAAAAAAAABo/8hvd4U-6hBY/s72-c/bachtiar_chamsyah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5276218409984488232.post-5770870482098690762</id><published>2007-11-16T11:11:00.000+07:00</published><updated>2008-12-10T21:51:10.170+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jawa Barat'/><title type='text'>TAGANA PB BERBASIS MASYARAKAT</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_aO_QCMhBUUs/Rz0YsrppQ9I/AAAAAAAAABY/RqVB0MQGZ-k/s1600-h/finalist_july0705-toddler.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 93px; height: 127px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_aO_QCMhBUUs/Rz0YsrppQ9I/AAAAAAAAABY/RqVB0MQGZ-k/s320/finalist_july0705-toddler.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5133286306182939602" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Berdasarkan pendapat para pakar dan pengalaman empirik penanggulangan bencana di seluruh dunia, bahwa “ Penanggulangan Bencana adalah suatu proses yang tidak diketahui kapan mulainya dan kapan berakhirnya.” Opini yang demikian, tidak dapat disangkal oleh siapa pun maka dari itu proses penanggulangan bencana kadang-kadang masih dianggap sebagai pekerjaan dan kegiatan yang sia-sia karena tidak memiliki parameter yang jelas serta tidak terukur. &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: georgia; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt; Opini-opini dan pemahaman yang demikian pada saat ini harus di kikis melalui cara yang cerdas dan menggunakan pendekatan keilmuan serta kegiatan yang bersifat nyata agar pemahaman tentang penanggulangan bencana dapat melekat dan melembaga menjadi bagian hidup masyarakat dan kita semua. Selanjutnya bagaimana mewujudkannya ? Upaya untuk mewujudkan hal tersebut antara lain dengan cara meningkatkan kapasitas kemampuan masyarakat melalui : Sosialisasi Pelatihan-pelatihan Mengorganisasi potensi dan sumber-sumber penanggulangan bencana, seperti personel, peralatan, barang bantuan dan lain-lain. Seluruh upaya peningkatan kapasitas kemampuan masyarakat dengan segala aspek maupun prosesnya adalah untuk mempersiapkan masyarakat agar lebih siap siaga menghadapi bencana yang akan datang. Jika kesiapsiagaan masyarakat sudah optimal, mereka diharapkan dapat melakukan upaya-upaya penanggulangan bencana secara dini pada tahap pertama sebelum bantuan dari pihak lain datang. Untuk memperkuat kesiapsiagaan masyarakat itulah, kehadiran profil semacam personel penanggulangan bencana terlatih berbasis masyarakat seperti TAGANA. Apa dan siapa sebenarnya TAGANA ? TAGANA pada hakekatnya adalah wadah berhimpun seluruh kekuatan komponen penanggulangan bencana berbasis masyarakat khususnya dari unsur generasi muda. Kata-kata Taruna memiliki arti generasi muda, dan Kata Siaga memiliki arti segala upaya kesiapsiagaan dalam kondisi apa pun dan kata Bencana adalah tantangan dan masalah yang harus diselesaikan. Pemerintah melalui Departemen Sosial RI ingin mengakomodir potensi masyarakat yang telah membentuk organisasi, satuan-satuan atau kelompok penanggulangan bencana yang selama ini telah ada di negara kita dengan berbagai nama dan atribut seperti dari Karang Taruna, Pecinta Alam, ORMAS, ORPOL, Organisasi Pemuda, Organisasi Profesi, Relawan dan lain-lain. Tujuan utama pemerintah untuk menyatukan mereka tidak bermaksud meniadakan organisasi induk yang sudah ada dalam berbuat untuk menolong sesama tetapi untuk menyatukan visi, misi dan tindakan dalam penanggulangan bencana dengan menyatukan pada satu Korps yaitu Korps Penanggulangan Bencana Indonesia dengan nama Taruna Siaga Bencana atau TAGANA. Jadi di waktu kini dan mendatang TAGANA akan menjadi perekat dan pemersatu seluruh komponen dari unsur penanggulangan bencana yang berasal dari berbagai organisasi dan kelompok. Untuk itu organisasi atau komponen apa pun yang terlibat dalam kebencanaan yang berasal dari unsur masyarakat di Indonesia sebaiknya tergabung dalam Korps yang sama yaitu TAGANA, sebab didalam TAGANA akan diberikan atribut yang sama, pengakuan berupa sertifikat, Nomor Induk Anggota dan Insentif serta aturan main yang sama di seluruh Indonesia sehingga eksistensinya diakui oleh negara. Untuk menjadi anggota TAGANA harus melalui proses pelatihan yang telah ditetapkan melalui kurikulum tertentu. Dukungan untuk pelatihan TAGANA dapat berasal dari APBN, APBD atau sumber lain yang tidak mengikat. Untuk itu diharapkan para Gubernur, Bupati, dan Walikota atau pihak-pihak lain yang memiliki potensi dan keinginan untuk pengembangan sumber daya manusia terhadap kebencanaan sebaiknya harus dapat mengalokasikan anggaran pelatihan, pembinaan dan operasional dari sumber-sumber tersebut tanpa ragu-ragu. Perekrutan anggota TAGANA melalui pelatihan tidak harus menunggu APBN Departemen Sosial RI, tetapi justru harus di pacu dari APBD atau sumber lain. Jika hal tersebut dapat dilakukan, maka pada tahun 2008 tidak hanya 40.000 orang tetapi dapat lebih banyak dari itu. Kemajemukan anggota TAGANA akan memperkuat persatuan dan kesatuan Bangsa. Untuk itu TAGANA harus dapat menjadi “Perekat Bangsa” di seluruh wilayah Indonesia.Eksistensi TAGANA pada waktu ini dan mendatang akan di pengaruhi oleh euforia, dinamika, paradigma tentang Penanggulangan Bencana yang saat ini sedang berkembang di Tanah air. Untuk itu TAGANA harus dapat melakukan adaptasi, dan dapat “memberi warna”. Secara Nasional dalam sistem Penanggulangan Bencana Nasional melalui peraturan per undang - undangan tentang Penanggulangan Bencana yang sebentar lagi akan diberlakukan secara efektif. Untuk itu semestinya sistem Penanggulangan Bencana Bidang Bantuan Sosial harus sudah lebih siap secara nasional karena: Saat ini telah terbangun sistem jaringan kerja nasional untuk Penanggulangan Bencana bidang Bantuan Sosial. Saat ini telah terbangun sistem jaringan informasi dan komunikasi untuk Penanggulangan Bencana Bidang Bantuan Sosial. Saat ini telah tersedianya personel terlatih untuk urusan-urusan khusus seperti: Urusan Posko Urusan TRC Urusan Logistik Urusan pelayanan sosial Urusan penyelamat dan pertolongan Saat ini telah tersedia jaringan logistik (logystic support system) di seluruh Indonesia untuk keperluan : Evakuasi Pencarian Sarana tempat penampungan sementara Perlengkapan keluarga Peralatan dapur umum dan keluarga Pakaian / sandang Gudang Untuk mendukung sistem Penanggulanggan Bencana bidang bantuan sosial, maka mulai tahun 2007 Depsos sudah memperluas jaringan ke tingkat kabupaten/ kota yang berpotensi sangat rawan bencana. Hal semacam itu akan terus di kembangkan ke seluruh Indonesia, termasuk persebaran anggota TAGANA. Berdasarkan data yang ada di Departemen Sosial RI hingga saat ini tercatat jumlah anggota TAGANA yang tersebar di seluruh Indonesia sebanyak 19.541 orang di luar TAGANA yang telah dilatih melalui APBD Provinsi, APBD Kabupaten/ Kota dan sumber-sumber lainnya. Jika diakumulasi secara keseluruhan diperkirakan akan berjumlah kurang lebih sampai 30.000 orang di seluruh Indonesia. Ini adalah jumlah sangat spektakuler untuk ukuran organisasi berbasis masyarakat yang berumur relatif muda. Kondisi demikian mengindikasikan bahwa kehadiran TAGANA diperlukan dan diterima oleh masyarakat. Target tahun 2008 diharapkan dapat mencapai 40.000 orang. Jakarta, Oktober 2007 Direktur Bantuan Sosial Korban Bencana Alam. &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5276218409984488232-5770870482098690762?l=taganaindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://taganaindonesia.blogspot.com/feeds/5770870482098690762/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5276218409984488232&amp;postID=5770870482098690762&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5276218409984488232/posts/default/5770870482098690762'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5276218409984488232/posts/default/5770870482098690762'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://taganaindonesia.blogspot.com/2007/11/tagana-pb-berbasis-masyarakat.html' title='TAGANA PB BERBASIS MASYARAKAT'/><author><name>Tagana Indonesia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01909754092623668617</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_aO_QCMhBUUs/Rz0YsrppQ9I/AAAAAAAAABY/RqVB0MQGZ-k/s72-c/finalist_july0705-toddler.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5276218409984488232.post-494239148662535101</id><published>2007-11-05T21:38:00.000+07:00</published><updated>2007-11-05T21:39:50.820+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nasional'/><title type='text'>Mengenal BVMBG</title><content type='html'>Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi adalah salah satu unit di lingkungan Badan Geologi, Departemen Energi dan Sumberdaya Mineral yang dibentuk berdasarkan Keputusan Menteri Energi dan Sumberdaya Mineral  tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumberdaya Mineral.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Organisasi ini terbentuk setelah beberapa kali berganti nama yang berawal setelah meletusnya Gunung Kelut di Jawa Timur tahun 1919 yang menimbulkan korban manusia lebih dari 5000 orang. Pada tanggal 16 September 1920 dibentuk Vulkaan Bewakings Dients (Dinas Penjagaan Gunungapi) di bawah naungan Dients Van Het Mijnwezen dan pada tahun 1922 diresmikan menjadi Volcanologische Onderzoek (VO), yang tahun 1939 di dunia international dikenal sebagai Volcanological Survey. Sejak tahun 1920 - 1941, Volcanologische Onderzoek ini telah membangun beberapa pos penjagaan gunungapi, yaitu Pos Gunung Krakatau di Pulau Panjang, Pos Gunung Tangkubanparahu, Pos Gunung Papandayan, Pos Kawah Kamojang, Pos Gunung Merapi (Babadan, Krinjing, Plawangan, Ngepos), Pos Gunung Kelut, Pos Gunung Semeru dan Pos Kawah Ijen. Pada saat pendudukan Jepang, kegiatan penjagaan gunungapi ditangani oleh Kazan Chosabu selama periode 1942-1945.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Setelah Indonesia merdeka dibentuk Dinas Gunung Berapi (DGB) di bawah Jawatan Pertambangan, kemudian 1966 dirubah menjadi Urusan Vulkanologi di bawah Direktorat Geologi dan selanjutnya pada tahun 1976 berubah lagi menjadi Sub Direktorat Vulkanologi di bawah Direktorat Geologi, Departemen Pertambangan. Berdasarkan Keputusan Menteri Pertambangan dan Energi No. 734 Tahun 1978 terbentuklah Direktorat Vulkanologi di bawah Direktorat Jenderal Pertambangan Umum, Departemen Pertambangan dan Energi. Perkembangan organisasi Departemen Pertambangan dan Energi berdasarkan Keputusan Menteri Pertambangan dan Energi Nomor 1092 Tahun 1984 dan Keputusan Menteri Pertambangan dan Energi Nomor 1748 Tahun 1992 terbentuk Direktorat Vulkanologi di bawah Direktorat Jenderal Geologi dan Sumberdaya Mineral.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;Sejak tahun 2001 sampai saat ini, berdasarkan Keputusan Menteri Energi dan Sumberdaya Mineral Nomor 1915 Tahun 2001, urusan gunungapi, gerakan tanah, gempabumi, tsunami, erosi dan sedimentasi ditangani oleh Direktorat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi. Tugas utamanya adalah melaksanakan perumusan kebijaksanaan, standardisasi, bimbingan teknis dan evaluasi bidang vulkanologi dan mitigasi bencana alam geologi. Tujuan dibentuknya Direktorat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi adalah  secara umum mencakup pengelolaan informasi potensi kegunungapian dan pengelolaan mitigasi bencana alam geologi, sedangkan missi yang diemban adalah meminimalkan korban jiwa manusia dan kerugian harta benda dari bencana geologi.&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Setelah bergabung dengan Badan Geologi, Direktorat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi berubah nama institusinya menjadi  Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Centre of  Volcanology and Geological Hazard Mitigation. Di dunia Internasional kantor kami ini lebih dikenal dengan sebutan Volcanological Survey of Indonesia (VSI)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;BENCANA GEOLOGI&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bencana Geologi adalah peristiwa atau rangkaian peristiwa yang disebabkan oleh proses-proses geologi, seperti kegiatan gunungapi, gempabumi, gerakan tanah, tsunami, erosi, sedimentasi dan lainnya yang mengakibatkan jatuh korban, penderitaan manusia, kerugian harta benda, kerusakan lingkungan, kerusakan saran-prasarana dan fasilitas umum serta menimbulkan gangguan terhadap tata kehidupan dan kehidupan masyarakat.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;GEMPABUMI TEKTONIK&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Gempabumi tektonik merupakan getaran kulit bumi yang disebabkan oleh proses pelepasan energi. Energi yang dilepaskan berasal dari kegiatan patahan atau pergerakan kulit atau disebut kegiatan tektonik. Jalur gempabumi tektonik ini terbentang mulai dari wilayah daratan pantai barat Aceh hingga Jawa, Bali, Nusatenggara, membelok ke Maluku, Sulawesi dan Irian Jaya. Pengelompokan jenis gempabumi tektonik berdasarkan kedalaman pusat gempanya, sebagai berikut : (1) Gempa dangkal (0-90 km), (2) Gempa menengah (90-150 km) dan (3) Gempa dalam (&gt;150 km). Apabila terjadi gempabumi maka Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) akan mencatat lokasi, kedalaman dan besaran gempabumi, sedangkan gempa susulan dan dampak akibat gempa tersebut ditangani oleh DVMBG dengan memasang seismograf portable di daerah gempabumi.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;GERAKAN TANAH&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Gerakan tanah adalah perpindahan masa tanah atau batuan yang bergerak dari atas ke bawah disepanjang lereng atau keluar dari lereng. Jenis gerakan tanah dapat dikelompokkan kedalam 5 jenis yaitu :&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;1. Jatuhan massa tanah dan atau batuan adalah perpindahan masa tanah dan atau batuan ke ketinggian yang lebih rendah tanpa melalui bidang gelincir karena pengaruh gaya tarik bumi.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;2. Longsoran masa tanah atau batuan adalah perpindahan masa tanah dan atau batuan melalui bidang gelincir yang pergerakannya dipengaruhi gaya tarik bumi&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;3. Aliran tanah adalah perpindahan campuran masa tanah dengan air yang bergerak mengalir sesuai dengan arah kemiringan lereng&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;4. Amblesan adalah penurunan permukaan tanah secara tegak karena adanya pengosongan rongga di dalam tanah akibat dari pemadatan normal tanah dan atau batuan, pengambilan airtanah secara berlebihan. Larian air karena struktur geologi, kebocoran atau retak bagian dasar, penggalian tanah atau batuan, dan bahan galian logam.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;5. Tanah mengembang adalah perubahan atau pergerakan masa tanah sebagai akibat sifat-sifat tanah atau batuan itu sendiri yang mengembang apabila jenuh air dan mengkerut apabila kering.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;TSUNAMI&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Tsunami adalah gelombang air laut yang dibangkitkan oleh perubahan permukaan dasar laut akibat sesar, letusan gunungapi bawah laut, dan longsoran bawah laut, selanjutnya yang dimaksud dengan tsunami adalah yang diakibatkan aktivitas sesar di dasar laut.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;EROSI&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Erosi adalah proses pengikisan tanah atau batuan oleh air dan atau angin maupun oleh gerakan gaya berat masa.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;SEDIMENTASI&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sedimentasi adalah penumpukan suatu material atau sedimen oleh media air yang mengakibatkan berkurangnya jarak antara permukaan air dengan permukaan sedimen itu sendiri.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dan bencana geologi lainnya, seperti abrasi, intrusi air laut, pelarutan fisik atau kimia tanah/batuan serta kebakaran batubara.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt; &lt;/span&gt; &lt;/div&gt;METODE PEMANTAUAN&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;SEISMIK&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Metode seismic merupakan salah satu metode yang banyak dipakai dalam teknik geofisika. Hal ini disebabkan metode seismic mempunyai ketepatan serta resolusi yang tinggi dalam memodelkan struktur geologi bawah permukaan bumi. Ada dua jenis seismic yaitu; seismic refraksi (bias) dan seismic refleksi (pantul). Seismik refraksi digunakan untuk penentuan struktur geologi yang dangkal, sedangkan seismic refleksi untuk penentuan struktur geologi yang dalam. Dalam hal ini digunakan untuk pemnatauan kegiatan gunungapi, gempabumi, gerakan tanah. Peralatan yang digunakan adalah Seistronix RAS-24 buatan USA..&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;DEFORMASI&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Deformasi yaitu perubahan rupa bumi akibat kegiatan gunungapi, gerakan tanah atau gerakan tektonik yang dapat dipantau dengan peralatan elektronik atau manual. Peralatan elektronik berupa tiltmeter, EDM (Electronic Distance Measurement), GPS (Global Positioning System), sedangkan peralatan manual menggunakan theodolit dan water tube untuk pemantauan gunungapi dan gerakan tanah.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;GEOKIMIA&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Penyelidikan geokimia dilakukan di gunungapi aktif dengan mempelajari komposisi kimia batuan, air dan gas kegiatan gunungapi. Penyelidikan ini dapat menolong dalam rangka evaluasi kegiatan gunungapi, terutama pengukuran gas SO2 yang dikeluarkan dari kawah. Pengukuran SO2 dapat dilakukan langsung dari jarak jauh dengan alat COSPEC (Correlation Spectrophotometer), sedangkan yang lainnya dilakukan dengan mengambil contoh di lapangan termasuk pengukuran suhu. Hasil penyelidikan geokimia akan menunjukkan gejala awal letusan gunungapi apabila ada penurunan H2O dan peningkatan konsentrasi CO2, SO2, H2S, HCl dan N2.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;GAYA BERAT&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Merupakan metoda geofisika yang didasarkan pada pengukuran variasi medan gravitasi bumi. Pada metoda ini yang dipelajari adalah variasi medan gravitasi akbiat variasi rapat massa batuan bawah permukaan. Pada prinsipnya metoda ini dipilih karena kemampuannya dalam membedakan rapat massa suatu material terhadap lingkungan sekitarnya. Metoda ini pada umumnya digunakan untuk mendeteksi kegiatan gunungapi. Peralatan yang digunakan adalah Gravitiymeter LaCoste &amp;amp; Romberg type D-117 , USA.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;GEOLISTRIK&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Geolistrik merupakan salah satu metoda geofisika yang mempelajari sifat aliran listrik di dalam bumi dan bagaimana cara mendeteksinya di permukaan bumi. Dalam hal ini meliputi pengukuran potensial, arus dan medan elektromagnetik yang terjadi baik secara alamiah maupun akibat injeksi arus ke dalam bumi. Metoda ini lebih efektif jika digunakan untuk eksplorasi yang sifatnya dangkal seperti; penentuan kedalaman batuan dasar, pencarian reservoir air, eksplorasi panasbumi dan kegiatan gunungapi. Peralatan yang digunakan adalah Resistivity Meter, merek Naniura buatan Indonesia.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;KEMAGNETAN&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Metoda ini pada dasarnya mengukur besaran medan magnet bumi yang ditimbulkan oleh berbagai sumber baik yang ada di dalam perut bumi maupun adanya pengaruh luar, seperti radiasi matahari. Susceptibilitas magnet batuan adalah harga magnet suatu batuan terhadap pengaruh magnet, yang pada umumnya erat kaitannya dengan kandungan mineral dan oksida besi. Semakin besar kandungan mineral magnetit di dalam batuan, akan semakin besar harga susceptibilitasnya. Metoda ini sangat cocok untuk pendugaan struktur geologi bawah permukaan dengan tidak mengabaikan faktor kontrol adanya kenampakan geologi di permukaan dan kegiatan gunungapi. Peralatan yang digunakan adalah Magnetometer merek Scintrex type : IGS2 buatan USA..&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;GEORADAR&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Metode Georadar atau GPR (Ground Penetrating Radar) merupakan salah satu metode geofisika untuk penentuan lokasi ataua pemetaan bawah permukaan yang cukup dangkal, yang tidak merusak lingkungan dan memberikan gambaran bawah permukaan yang menerus. Kedalaman penetrasi radar ini tergantung pada konduktivitas listrik, konstanta dielektrik, kandungan air pada pasir atau batuan dan kecepatan gelombang ELektromagnetik bawah permukaan, kegiatan gunungapi, kebakaran batubara dan lain-lain. Peralatan yang digunakan adalah GPR merek RAMAC buatan Swedia.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;PENGAMATAN VISUAL DI LAPANGAN&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;Gunungapi&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Pengamatan visual gunungapi dilakukan secara periodik pada semua gunungapi aktif, minimal sekali dalam sebulan dengan sasaran mengamati di sekitar kawah (retakan, longsoran, warna dan tinggi asap, dll), perubahan warna air dan pH di danau kawah serta pengukuran suhu air danau kawah, solfatara dan fumarola. Pada gunungapi aktif berkubah lava, dilakukan pengukuran volume dan pengamatan perubahan bentuk kubah itu sendiri.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;Gempabumi dan Tsunami&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Pemeriksaan gempabumi di lapangan dilakukan apabila terjadi peningkatan aktivitas kegempaan yang signifikan, mengakibatkan korban jiwa, lebih dari 10 rumah hancur, menimbulkan kerusakan pada prasarana umum dan bangunan penting, menjadi berita regional atau nasional pada media cetak atau elektronik, atau permintaan pemeriksaan oleh Pemerintah Daerah setempat. &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;Gerakan tanah&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Pemeriksaan gerakan tanah di lapangan dilakukan apabila menimbulkan korban jiwa, lebih dari 10 rumah hancur/rusak berat atau lebih dari 15 rumah terancam bahaya, menimbulkankan kerusakan pada prasarana umum dan bangunan penting, mengakibatkan kerusakan jalan negara antar propinsi dan antar kabupaten terputus atau tertimbun material longsoran yang megganggu lalu lintas lebih dari dua hari, dan menjadi berita regional dan nasional pada media cetak dan elektronik, atau ada permintaan pemeriksaan dari Pemerintah Daerah setempat.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;PENANGGULANGAN BENCANA GEOLOGI&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Penanggulangan bencana geologi dilaksanakan untuk meringankan penderitaan masyarakat, memulihkan kehidupan dan penghidupan masyarakat serta memulihkan kegeiatan pemerintahan. Kegiatan penanggulangan ini dilakukan dalam tiga tahap, yaitu sebelum tejadi bencana, pada saat terjadi bencana dan sesudah terjadi bencana dengan tahapan sebagai berikut :&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;1. Sebelum terjadi bencana&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Preventif, yaitu kegiatan yang bertitik berat pada upaya penyebarluasan tentang berbagai peraturan perundang-undangan yang berdampak untuk meniadakan atau mengurangi resiko bencana, termasuk pembuatan peta rawan bencana.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Mitigasi, yaitu kegiatan yang lebih bertitik berat pada upaya dan usaha secara fisik, seperti pembutan cek dam, rehabilitasi aliran sungai, pengawasan terhadap pelaksanaan RUTR, IMB, pemindahan penduduk ke daerah yang aman bencana, law enforcement terhadap berbagai peraturan perundang-undangan yang berlaku, dan pemasangan tanda-tanda larangan di daerah yang dinyatakan rawan bencana.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kesiapsiagaan, yaitu meliputi kegiatan untuk mengadakan pelatihan dan gladi bagi masyarakat yang tinggal di daerah rawan bencana, serta pendidikan dan pelatihan bagi aparat pemerintah termasuk penyiagaan pos-pos pengamatan gunungapi, pos pengamatan cuaca, pos pengendalian banjir dan pos-pos siaga lain yang sejenis.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kegiatan tahap ini sangat penting, karena usaha untuk menghindari bencana akan lebih efektif dan efisien dari pada tindakan rehabilitasi dan rekonstruksi.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;2. Saat terjadi bencana, meliputi tahapan,&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Peringatan dini, yaitu merupakan usaha yang amat penting yang tidak dapat diabaikan, agar dapat memberikan kesempatan kepada penduduk untuk menyelamatkan diri dari kemungkinan terlanda bencana.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Tanggap darurat, yaitu merupakan usaha pengerahan unsur penanggulangan bencana guna mencari, menolong dan menyelamatkan korban bencana, serta memberikan santunan kepada para pengungsi berupa pakaian, selimut, makanan, barak-barak darurat dan kegiatan lain yang sejenis.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kegiatan tahap ini dilakukan secara terpadu dengan Satkorlak PB (Satuan Koordinasi Pelaksanaan Penanggulangan Bencana).&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;3. Sesudah terjadi bencana&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Rehabilitasi, yang merupakan usaha untuk memfungsikan kembali dan mengkonsolidasi berbagai sarana dan prasarana ekonomi, transportasi dan kehidupan masyarakat secara darurat guna mengurangi penderiataan masyarakat yang tertimpa musibah.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Rekonstruksi, yang merupakan usaha untuk membangun kembali berbagai kerusakan yang diakibatkan oleh bencana secara lebih baik dari pada keadaan sebelumnya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kegiatan pada tahap ini umumnya rekonstruksi harus direncanakan secara teliti dan seksama, dengan mengikutsertakan berbagai disiplin ilmu dari berbagai instansi pemerintah, swasta maupun perguruan tinggi secara terpadu dan terintegrasi.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;POTENSI SUMBERDAYA GUNUNGAPI&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Gunungapi dapat mendatangkan bahaya, namun dapat menghasilkan bahan-bahan mineral industri dan bahan galian untuk pembangunan, di samping itu juga gunungapi menjadi obyek wisata yang menarik banyak pengunjung, baik dari segi wisata kesenangan juga wisata keilmuan.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Potensi wisata utama gunungapi meliputi, wisata bentang alam gunungapi, wisata produk gunungapi, wisata gejala gunungapi, wisata erupsi gunungapi dan wisata mitigasi bencana gunungapi. Selain itu di lingkungan gunungapi terdapat obyek wisata penunjang, antara lain wisata panorama gunungapi, wisata rekreasi olah raga, wisata budaya dan tradisi pegunungan dan lainnya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Potensi sumberdaya hasil erupsi gunungapi yang banyak digunakan dalam industri maupun sebagai bahan-bahan bangunan, antara lain :&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;Belerang&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Belerang merupakan sublimasi gas vulkanik yang banyak digunakan dalam industri kosmetik, obat-obatan, bahan peledak, bahan korek api, dll.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;Batuapung atau abu batuapung&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Batuapung adalah hasil erupsi gunungapi yang eksplosif, umumnya dari magma bekomposisi asam, sehingga endapannya berwarna cerah. Apabila dilihat dengan mikroskop, batuapung ini terdiri atas serat-serat kaca dan lubang pori-pori dan gelembung udara akibat pelepasan gas pada saat dimuntahkan ke permukaan bumi, sehingga menjadi ringan dan dapat mengapung di permukaan air. Batuapung selama ini dijadikan bahan pembuatan batako, kemudian dikembangkan untuk memproduksi bermis (beton ringan pumis) dan bata atau balok dinding yang disebut pumrock. &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;Perlit dan Obsidian&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Perlit dan obsidian adalah batuan vulkanik asam yang berkomposisi riolitik. Perlit mengandung larutan air 2-5% sedangkan obsdian di bawah 2%. Sifat perlit dan obsidian ini dicirikan dengan kemampuannya untuk mengembang dengan cepat apabila dipanaskan sampai pada titik lunaknya, sehingga berharga dan bermanfaat bagi pemadaman kebakaran karena sifat penghambat api, tidak berserat, lembam, tidak mengandung zat racun dan daya pengikatannya yang baik.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;Kaolin&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kaolin merupakan endapan produk kegiatan gunungapi yang berumur Tersier atau Kuarter yang umumnya terbentuk akibat proses perubahan hidrotermal. Kaolin digunakan sebagai bahan industri keramik, bahan pengisi cat, kertas, kosmetik dan deterjen. Namun beberapa juga digunakan untuk pelapisan kertas.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;Zeolit&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Zeolit merupakan endapan abu vulkanik berumur Tersier seperti halnya bentonit melalui proses diagenetik atau felsfardiagenetik. Zeolit banyak dimanfaatkan sebagai bahan makanan ternak, penjernih minyak sayur, penyerap limbah radiaktif (Sr35), agroindustri dan pembawa pupuk, pengolahan air dan pemeliharaan air, ornamen dll.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;Bentonit&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bentonit adalah endapan abu vulkanik berumur Tersier yang berkomoposisi riolitik, terjadi akibat perubahan supergenesa, proses cuaca atau perubahan hidrotermal. Umumnya berkomposisi kalsium dari pada sodium. Bentonit sodium belum ditemukan endapannya yang bersifat komersil, sedangkan bentonit kalsium endapannya berlimpah dan banyak digunakan untuk penjernih minyak sayur, lumpur pemboran dan juga digunakan sebagai bahan palet, filler dan makanan unggas.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;Diatomit&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Diatomit terbentuk dari ganggang diatome yang bercampur dengan endapan batuan piroklastik, terutama abu erupsi gunungapi yang diendapkan di cekungan air tawar atau laut berumur Kuarter sepanjang jarus gunungapi atau jalur tektonik. Penggunaan diatomit sebagian besar untuk bahan pembantu filter. Sumber silika, abrasif dan pembawa.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;Andesit&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Andesit adalah batuan vulkanik berkomposisi menengah, terbentuk akibat leleran lava yang diendapkan pada lereng atau kaki gunungapi. Selama ini andesit digunakan sebagai bahan bangunan, seperti batu belah, split untuk campuran beton, pondasi jalur kereta api, ornamen atau bahan pembuat patung.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;Endapan aliran piroklastik&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Endapan aliran piroklastik di Indonesia sangat berlimpah, mengingat Indonesia adalah negara rangkaian gunungapi. Endapan ini merupakan hasil erupsi gunungapi yang eksplosif sehingga mengendapkan material yang dimuntahkannya cukup tebal. Pada saat diendapkan keadaannya masih panas dan mudah lepas sehingga setelah mendingin orang dengan mudah mengambil sirtu (pasir dan batu) untuk campuran bahan bangunan. Tetapi apabila endapan tersebut terdiri atas batuapung, pada saat diendapkan dalam keadaan panas, material tersebut terlaskan hingga memadat. Dalam keadaan padat digali untuk dibuat balok seperti bata yang disebut paras. Di Bali endapan ini dijadikan sebagai bahan pembuat candi atau patung.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;Endapan lahar&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Endapan lahar adalah endapan material lepas hasil erupsi gunungapi yang diangkut dari puncak dan lereng gunungapi oleh hujan dan diendapkan di lembah. Endapan ini merupakan komoditi bahan galian yang menjanjikan berupa sirtu, pasirnya tercuci akibat transportasi air sehingga sangat baik untuk bahan campuran beton dan bahan bangunan lainnya.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5276218409984488232-494239148662535101?l=taganaindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://taganaindonesia.blogspot.com/feeds/494239148662535101/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5276218409984488232&amp;postID=494239148662535101&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5276218409984488232/posts/default/494239148662535101'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5276218409984488232/posts/default/494239148662535101'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://taganaindonesia.blogspot.com/2007/11/mengenal-bvmbg.html' title='Mengenal BVMBG'/><author><name>Tagana Indonesia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01909754092623668617</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5276218409984488232.post-4281998169856378168</id><published>2007-10-31T11:28:00.000+07:00</published><updated>2007-10-31T11:31:16.042+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jawa Timur'/><title type='text'>Status Kelud Masih AWAS</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Bandung tetap mempertahankan status awas.Keputusan itu diambil karena aktivitas vulkanik Gunung Kelud beberapa hari terakhir terus meningkat.   &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kepala Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api Hendrasto menegaskan, pihaknya tidak ingin mengambil risiko terjadinya korban jiwa dengan menurunkan status Gunung Kelud menjadi siaga. Apalagi, berdasarkan pantauan petugas,aktivitas vulkanik kembali mengalami peningkatan pada tanggal (24/10) atau setelah wacana penurunan status disampaikan tim kepada Presiden SBY. &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;”Tujuan mitigasi kami adalah melindungi penduduk dan menghindari korban jiwa.Dengan kondisi seperti ini, kami memutuskan untuk tetap memberlakukan status awas dengan semua konsekuensinya,” jelas Hendrasto atau yang akrab disapa Totok, dalam keterangan persnya di Balai Desa Sugihwaras, Kec Ngancar,Kab Kediri,kemarin petang. &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dibeberkan, dari seluruh parameter yang dipergunakan tim untuk mempelajari Gunung Kelud, tidak satu pun yang menunjukkan adanya penurunan aktivitas. Bahkan, kecenderungan terjadinya letusan justru semakin besar. Hal ini disebabkan posisi magma yang menurut tim semakin dekat dengan permukaan dibandingkan sebelum masa krisis (16/10) lalu. &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dengan demikian, tidak diperlukan energi atau tekanan yang cukup besar dari bawah untuk mendorong magma ke atas dan menimbulkan letusan. Menurut catatan tim vulkanologi, gempa yang terjadi pada saat kenaikan status aktif normal menjadi waspada (11/9) lalu telah mendorong magma berada di kedalaman 3 kilometer dari air kawah. Magma tersebut terus merambat naik menjadi 3 kilometer dari kawah memasuki tanggal 26–29 September.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Saat itu tercatat sedikitnya 16 kali gempa vulkanik yang berhasil terekam alat pemantau petugas. Puncak aktivitas Kelud terjadi pada tanggal 16 Oktober,yang mencatat sedikitnya 510 kali gempa vulkanik dalam sehari. Jumlah tersebut melebihi kondisi letusan tahun 1990 lalu dan mendorong magma ke atas hingga kedalaman 700 meter dari air kawah.Setelah itu,secara perlahan-lahan aktivitas Kelud menunjukkan penurunan, terutama dari segi kegempaan dan pengukuran deformasi. &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;”Saat itulah wacana penurunan status itu muncul mengingat kondisinya mulai stabil. Bahkan gempa- gempa vulkanik nyaris tidak terekam lagi,”jelas Totok.Tim sempat menyangka masa kritis Kelud telah lewat pada tanggal (16/10) lalu dan tidak disertai letusan. Namun,dugaan itu ternyata keliru. Aktivitas Gunung Kelud kembali mengalami peningkatan yang cukup signifikan setelah sempat memasuki fase diam. &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Hal ini ditandai dengan munculnya lagi gempa-gempa vulkanik dalam yang menunjukkan adanya migrasi atau pergerakan magma di dalam perut gunung api. Selain itu, suhu air kawah terutama di kedalaman 15 meter juga terus merangkak naik. Demikian pula dengan perubahan warna permukaan air kawah yang mulai didominasi warna kuning. &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Hal ini menunjukkan masih tingginya tingkat sublimasi belerang di dasar kawah hingga merusak ekosistem ganggang (warna hijau) yang hidup di air kawah. Namun untuk memastikan kandungan kimia air kawah,tim masih menunggu hasil penelitian di laboratorium Bandung.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;”Dari pengukuran PH air kawah, diketahui terjadi peningkatan dari 5,64 menjadi 5,78 dan terdiri atas beberapa unsur seperti SO4,CL,dan MgCl,yang mengindikasikan aktivitas magmatik. Kondisi ini sudah melebihi pada 1990 lalu,” tambah Totok. Melihat kondisi ini,tim bersama satlak berusaha menentukan status aktivitas Kelud, dengan tetap mengutamakan keselamatan warga. &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Ada tiga skenario, menurut Totok, yang sempat dimunculkan oleh tim dan menjadi perdebatan panjang. Skenario pertama adalah menurunkan status awas menjadi siaga. Dengan status ini, warga bisa kembali pulang ke rumahnya dan meninggalkan pengungsian. Tim baru akan menaikkan status menjadi awas jika telah terjadi erupsi (tanda-tanda letusan). &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dengan tenggang waktu yang hanya sekitar tiga jam dengan terjadinya letusan, diperkirakan akan timbul korban jiwa akibat kepanikan warga yang sibuk menyelamatkan diri. Skenario kedua hampir sama dengan pertama, yakni tetap menurunkan status menjadi siaga. &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Namun yang menjadi catatan di sini adalah ketika fase erupsi telah terjadi dan tim kembali menaikkan status menjadi awas, ternyata tidak diikuti oleh letusan. Mengacu pada masa krisis (16/10) lalu yang juga tidak terjadi letusan,kemungkinan itu akan selalu ada. Jika hal ini terjadi lagi, kepercayaan masyarakat terhadap pemantauan tim vulkanologi akan hilang. &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Ini akan berdampak buruk bagi masyarakat yang dipastikan enggan mengikuti petunjuk satlak dan mengabaikan peringatan tim vulkanologi. Satu-satunya pilihan tim dan satlak dalam situasi ini adalah tetap menetapkan status awas, yang menjadi skenario ketiga. Dengan tetap mempertahankan status awas,diharapkan tidak akan terjadi korban jiwa mengingat seluruh warga tetap berada di tempat pengungsian. &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;”Meski masyarakat akan jenuh, namun ini pilihan terbaik yang bisa kami rekomendasikan saat ini,” tegas Totok. Sementara itu, Ketua Tanggap Darurat Aktivitas Kelud (TDAK) Kristianto menjelaskan, hingga siang kemarin suhu air kawah di kedalaman 15 meter telah mencapai 39,5 derajat Celsius.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Tercatat 3 gempa vulkanik dalam, 7 gempa vulkanik dangkal,1 gempa tremor, dan 3 gempa tektonik jauh hingga pukul 12.00 WIB. Menurutnya, penurunan status hanya akan dilakukan bila terjadi penurunan temperatur di bawah 0,08 derajat Celsius/hari. Selain itu, pengukuran laju inflasi pada kedua komponen tiltmeter juga menunjukkan penurunan, di samping tidak terjadinya gempa vulkanik dalam maupun dangkal. &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Warga Teken Kontrak Keselamatan &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sementara itu, menyikapi banyaknya warga di lereng Gunung Kelud yang memilih meninggalkan lokasi pengungsian, pemerintah desa dan kecamatan setempat menyebar formulir pernyataan kepada warga. Mereka diminta memilih apakah bersedia diungsikan atau tidak. &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;”Jika tidak bersedia mengungsi, warga harus menanggung sendiri risiko keselamatannya jika terjadi letusan.Tidak boleh menuntut pemerintah desa dan kecamatan jika terjadi apaapa,” tegas Kepala Desa Sugihwaras, Kec Ngancar, Susiadi. Susiadi mengaku telah menyebarkan 250 formulir yang harus ditandatangani oleh masing-masing kepala keluarga. &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Saat ini terdapat 790 KK atau 3.259 jiwa yang tersebar di tiga dusun, yakni Dusun Margomulyo, Mulyorejo, dan Sugihwaras. Dari jumlah tersebut, baru sekitar 800 jiwa yang bersedia diungsikan.Sementara sisanya memilih bertahan di rumah masing- masing hingga Gunung Kelud benar-benar meletus. &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;”Kami sudah menandatangani surat pernyataan itu dan memilih tinggal di rumah. Kalau meletus kan masih ada waktu untuk menyelamatkan diri dengan motor,” ujar Alwin, salah seorang warga Desa Sugihwaras. &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Incident Comander Bencana Gunung Kelud Letkol Inf Endy Servandi yang bertanggung jawab pada evakuasi warga mengaku sudah mengetahui adanya pernyataan sikap yang digagas kepala desa dan camat. Ia mengaku akan mengikuti kesepakatan tersebut dan tetap mengungsikan warga yang bersedia diselamatkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber :Hari Tri Wasono&lt;br /&gt;Diposting: Oleh Asep. Moh. Muhsin, Tagana Cianjur, Sedang berada di lokasi pengungsian Posko Siman&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5276218409984488232-4281998169856378168?l=taganaindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://taganaindonesia.blogspot.com/feeds/4281998169856378168/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5276218409984488232&amp;postID=4281998169856378168&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5276218409984488232/posts/default/4281998169856378168'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5276218409984488232/posts/default/4281998169856378168'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://taganaindonesia.blogspot.com/2007/10/status-kelud-masih-awas.html' title='Status Kelud Masih AWAS'/><author><name>Tagana Indonesia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01909754092623668617</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5276218409984488232.post-2284692334075035951</id><published>2007-10-27T06:50:00.000+07:00</published><updated>2007-10-27T06:51:16.951+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sulawesi Utara'/><title type='text'></title><content type='html'>Selamat Datang di Halaman Provinsi :&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt; Sulawesi Utara&lt;br/&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br/&gt;1. Berita Bencana&lt;br/&gt;2.  Tugas Anda Segera&lt;br/&gt;3. Daftar Anggota&lt;br/&gt;4. Daftar Donasi/Mitra Kerja&lt;br/&gt;5. Agenda Tagana&lt;br/&gt;6. Galery Photo&lt;br/&gt;7. Galery Video&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5276218409984488232-2284692334075035951?l=taganaindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://taganaindonesia.blogspot.com/feeds/2284692334075035951/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5276218409984488232&amp;postID=2284692334075035951&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5276218409984488232/posts/default/2284692334075035951'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5276218409984488232/posts/default/2284692334075035951'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://taganaindonesia.blogspot.com/2007/10/selamat-datang-di-halaman-provinsi_4476.html' title=''/><author><name>Tagana Indonesia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01909754092623668617</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5276218409984488232.post-4775659788442213094</id><published>2007-10-27T06:49:00.002+07:00</published><updated>2007-10-27T06:50:51.310+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sulawesi Tenggara'/><title type='text'></title><content type='html'>Selamat Datang di Halaman Provinsi :&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Sulawesi Tenggara&lt;br/&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br/&gt;1. Berita Bencana&lt;br/&gt;2.  Tugas Anda Segera&lt;br/&gt;3. Daftar Anggota&lt;br/&gt;4. Daftar Donasi/Mitra Kerja&lt;br/&gt;5. Agenda Tagana&lt;br/&gt;6. Galery Photo&lt;br/&gt;7. Galery Video&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5276218409984488232-4775659788442213094?l=taganaindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://taganaindonesia.blogspot.com/feeds/4775659788442213094/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5276218409984488232&amp;postID=4775659788442213094&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5276218409984488232/posts/default/4775659788442213094'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5276218409984488232/posts/default/4775659788442213094'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://taganaindonesia.blogspot.com/2007/10/selamat-datang-di-halaman-provinsi_9107.html' title=''/><author><name>Tagana Indonesia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01909754092623668617</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5276218409984488232.post-5676842906936534582</id><published>2007-10-27T06:49:00.001+07:00</published><updated>2007-10-27T06:49:49.036+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sulawesi Tengah'/><title type='text'></title><content type='html'>Selamat Datang di Halaman Provinsi :&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt; Sulawesi Tengah&lt;br/&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br/&gt;1. Berita Bencana&lt;br/&gt;2.  Tugas Anda Segera&lt;br/&gt;3. Daftar Anggota&lt;br/&gt;4. Daftar Donasi/Mitra Kerja&lt;br/&gt;5. Agenda Tagana&lt;br/&gt;6. Galery Photo&lt;br/&gt;7. Galery Video&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5276218409984488232-5676842906936534582?l=taganaindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://taganaindonesia.blogspot.com/feeds/5676842906936534582/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5276218409984488232&amp;postID=5676842906936534582&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5276218409984488232/posts/default/5676842906936534582'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5276218409984488232/posts/default/5676842906936534582'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://taganaindonesia.blogspot.com/2007/10/selamat-datang-di-halaman-provinsi_301.html' title=''/><author><name>Tagana Indonesia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01909754092623668617</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5276218409984488232.post-5928970046465294008</id><published>2007-10-27T06:48:00.002+07:00</published><updated>2007-10-27T06:49:07.008+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sulawesi Selatan'/><title type='text'></title><content type='html'>Selamat Datang di Halaman Provinsi :&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt; Sulawesi Selatan&lt;br/&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br/&gt;1. Berita Bencana&lt;br/&gt;2.  Tugas Anda Segera&lt;br/&gt;3. Daftar Anggota&lt;br/&gt;4. Daftar Donasi/Mitra Kerja&lt;br/&gt;5. Agenda Tagana&lt;br/&gt;6. Galery Photo&lt;br/&gt;7. Galery Video&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5276218409984488232-5928970046465294008?l=taganaindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://taganaindonesia.blogspot.com/feeds/5928970046465294008/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5276218409984488232&amp;postID=5928970046465294008&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5276218409984488232/posts/default/5928970046465294008'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5276218409984488232/posts/default/5928970046465294008'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://taganaindonesia.blogspot.com/2007/10/selamat-datang-di-halaman-provinsi_8233.html' title=''/><author><name>Tagana Indonesia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01909754092623668617</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5276218409984488232.post-8300148568085326011</id><published>2007-10-27T06:48:00.001+07:00</published><updated>2007-10-27T06:48:35.506+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sulawesi Barat'/><title type='text'></title><content type='html'>Selamat Datang di Halaman Provinsi :&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt; Sulawesi Barat&lt;br/&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br/&gt;1. Berita Bencana&lt;br/&gt;2.  Tugas Anda Segera&lt;br/&gt;3. Daftar Anggota&lt;br/&gt;4. Daftar Donasi/Mitra Kerja&lt;br/&gt;5. Agenda Tagana&lt;br/&gt;6. Galery Photo&lt;br/&gt;7. Galery Video&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5276218409984488232-8300148568085326011?l=taganaindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://taganaindonesia.blogspot.com/feeds/8300148568085326011/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5276218409984488232&amp;postID=8300148568085326011&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5276218409984488232/posts/default/8300148568085326011'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5276218409984488232/posts/default/8300148568085326011'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://taganaindonesia.blogspot.com/2007/10/selamat-datang-di-halaman-provinsi_9980.html' title=''/><author><name>Tagana Indonesia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01909754092623668617</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5276218409984488232.post-6279821768649270360</id><published>2007-10-27T06:47:00.002+07:00</published><updated>2007-10-27T06:48:02.357+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Riau 2'/><title type='text'></title><content type='html'>Selamat Datang di Halaman Provinsi :&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt; Riau&lt;br/&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br/&gt;1. Berita Bencana&lt;br/&gt;2.  Tugas Anda Segera&lt;br/&gt;3. Daftar Anggota&lt;br/&gt;4. Daftar Donasi/Mitra Kerja&lt;br/&gt;5. Agenda Tagana&lt;br/&gt;6. Galery Photo&lt;br/&gt;7. Galery Video&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5276218409984488232-6279821768649270360?l=taganaindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://taganaindonesia.blogspot.com/feeds/6279821768649270360/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5276218409984488232&amp;postID=6279821768649270360&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5276218409984488232/posts/default/6279821768649270360'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5276218409984488232/posts/default/6279821768649270360'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://taganaindonesia.blogspot.com/2007/10/selamat-datang-di-halaman-provinsi-riau.html' title=''/><author><name>Tagana Indonesia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01909754092623668617</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5276218409984488232.post-5373380399582574756</id><published>2007-10-27T06:47:00.001+07:00</published><updated>2007-10-27T06:47:24.458+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Papua Barat'/><title type='text'></title><content type='html'>Selamat Datang di Halaman Provinsi :&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt; Papua Barat&lt;br/&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br/&gt;1. Berita Bencana&lt;br/&gt;2.  Tugas Anda Segera&lt;br/&gt;3. Daftar Anggota&lt;br/&gt;4. Daftar Donasi/Mitra Kerja&lt;br/&gt;5. Agenda Tagana&lt;br/&gt;6. Galery Photo&lt;br/&gt;7. Galery Video&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5276218409984488232-5373380399582574756?l=taganaindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://taganaindonesia.blogspot.com/feeds/5373380399582574756/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5276218409984488232&amp;postID=5373380399582574756&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5276218409984488232/posts/default/5373380399582574756'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5276218409984488232/posts/default/5373380399582574756'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://taganaindonesia.blogspot.com/2007/10/selamat-datang-di-halaman-provinsi_6604.html' title=''/><author><name>Tagana Indonesia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01909754092623668617</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5276218409984488232.post-8768195943833410508</id><published>2007-10-27T06:46:00.001+07:00</published><updated>2007-10-27T06:46:56.337+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Papua'/><title type='text'></title><content type='html'>Selamat Datang di Halaman Provinsi :&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt; Papua&lt;br/&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br/&gt;1. Berita Bencana&lt;br/&gt;2.  Tugas Anda Segera&lt;br/&gt;3. Daftar Anggota&lt;br/&gt;4. Daftar Donasi/Mitra Kerja&lt;br/&gt;5. Agenda Tagana&lt;br/&gt;6. Galery Photo&lt;br/&gt;7. Galery Video&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5276218409984488232-8768195943833410508?l=taganaindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://taganaindonesia.blogspot.com/feeds/8768195943833410508/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5276218409984488232&amp;postID=8768195943833410508&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5276218409984488232/posts/default/8768195943833410508'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5276218409984488232/posts/default/8768195943833410508'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://taganaindonesia.blogspot.com/2007/10/selamat-datang-di-halaman-provinsi_4.html' title=''/><author><name>Tagana Indonesia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01909754092623668617</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5276218409984488232.post-3493607721652347751</id><published>2007-10-27T06:42:00.002+07:00</published><updated>2007-10-27T06:43:20.761+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nusa Tenggara Barat'/><title type='text'></title><content type='html'>Selamat Datang di Halaman Provinsi :&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt; Nusa Tenggara Barat&lt;br/&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br/&gt;1. Berita Bencana&lt;br/&gt;2.  Tugas Anda Segera&lt;br/&gt;3. Daftar Anggota&lt;br/&gt;4. Daftar Donasi/Mitra Kerja&lt;br/&gt;5. Agenda Tagana&lt;br/&gt;6. Galery Photo&lt;br/&gt;7. Galery Video&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5276218409984488232-3493607721652347751?l=taganaindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://taganaindonesia.blogspot.com/feeds/3493607721652347751/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5276218409984488232&amp;postID=3493607721652347751&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5276218409984488232/posts/default/3493607721652347751'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5276218409984488232/posts/default/3493607721652347751'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://taganaindonesia.blogspot.com/2007/10/selamat-datang-di-halaman-provinsi-nusa.html' title=''/><author><name>Tagana Indonesia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01909754092623668617</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5276218409984488232.post-4471219749353136744</id><published>2007-10-27T06:42:00.001+07:00</published><updated>2007-10-27T06:42:48.247+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Maluku Utara'/><title type='text'></title><content type='html'>Selamat Datang di Halaman Provinsi :&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Maluku Utara&lt;br/&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br/&gt;1. Berita Bencana&lt;br/&gt;2.  Tugas Anda Segera&lt;br/&gt;3. Daftar Anggota&lt;br/&gt;4. Daftar Donasi/Mitra Kerja&lt;br/&gt;5. Agenda Tagana&lt;br/&gt;6. Galery Photo&lt;br/&gt;7. Galery Video&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5276218409984488232-4471219749353136744?l=taganaindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://taganaindonesia.blogspot.com/feeds/4471219749353136744/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5276218409984488232&amp;postID=4471219749353136744&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5276218409984488232/posts/default/4471219749353136744'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5276218409984488232/posts/default/4471219749353136744'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://taganaindonesia.blogspot.com/2007/10/selamat-datang-di-halaman-provinsi_4825.html' title=''/><author><name>Tagana Indonesia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01909754092623668617</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5276218409984488232.post-2833216799941902594</id><published>2007-10-27T06:41:00.004+07:00</published><updated>2007-10-27T06:42:14.358+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Maluku'/><title type='text'></title><content type='html'>Selamat Datang di Halaman Provinsi :&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt; Maluku&lt;br/&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br/&gt;1. Berita Bencana&lt;br/&gt;2.  Tugas Anda Segera&lt;br/&gt;3. Daftar Anggota&lt;br/&gt;4. Daftar Donasi/Mitra Kerja&lt;br/&gt;5. Agenda Tagana&lt;br/&gt;6. Galery Photo&lt;br/&gt;7. Galery Video&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5276218409984488232-2833216799941902594?l=taganaindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://taganaindonesia.blogspot.com/feeds/2833216799941902594/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5276218409984488232&amp;postID=2833216799941902594&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5276218409984488232/posts/default/2833216799941902594'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5276218409984488232/posts/default/2833216799941902594'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://taganaindonesia.blogspot.com/2007/10/selamat-datang-di-halaman-provinsi_4882.html' title=''/><author><name>Tagana Indonesia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01909754092623668617</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5276218409984488232.post-656946833868219027</id><published>2007-10-27T06:41:00.003+07:00</published><updated>2007-10-27T06:41:44.390+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lampung'/><title type='text'></title><content type='html'>Selamat Datang di Halaman Provinsi :&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt; Lampung&lt;br/&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br/&gt;1. Berita Bencana&lt;br/&gt;2.  Tugas Anda Segera&lt;br/&gt;3. Daftar Anggota&lt;br/&gt;4. Daftar Donasi/Mitra Kerja&lt;br/&gt;5. Agenda Tagana&lt;br/&gt;6. Galery Photo&lt;br/&gt;7. Galery Video&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5276218409984488232-656946833868219027?l=taganaindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://taganaindonesia.blogspot.com/feeds/656946833868219027/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5276218409984488232&amp;postID=656946833868219027&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5276218409984488232/posts/default/656946833868219027'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5276218409984488232/posts/default/656946833868219027'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://taganaindonesia.blogspot.com/2007/10/selamat-datang-di-halaman-provinsi_8950.html' title=''/><author><name>Tagana Indonesia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01909754092623668617</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5276218409984488232.post-621282089454839723</id><published>2007-10-27T06:41:00.001+07:00</published><updated>2007-10-27T06:41:25.428+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Riau'/><title type='text'></title><content type='html'>Selamat Datang di Halaman Provinsi :&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt; Kepulauan Riau&lt;br/&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br/&gt;1. Berita Bencana&lt;br/&gt;2.  Tugas Anda Segera&lt;br/&gt;3. Daftar Anggota&lt;br/&gt;4. Daftar Donasi/Mitra Kerja&lt;br/&gt;5. Agenda Tagana&lt;br/&gt;6. Galery Photo&lt;br/&gt;7. Galery Video&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5276218409984488232-621282089454839723?l=taganaindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://taganaindonesia.blogspot.com/feeds/621282089454839723/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5276218409984488232&amp;postID=621282089454839723&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5276218409984488232/posts/default/621282089454839723'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5276218409984488232/posts/default/621282089454839723'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://taganaindonesia.blogspot.com/2007/10/selamat-datang-di-halaman-provinsi_7361.html' title=''/><author><name>Tagana Indonesia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01909754092623668617</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5276218409984488232.post-848808930934531523</id><published>2007-10-27T06:40:00.000+07:00</published><updated>2007-10-27T06:41:02.718+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bangka Belitung'/><title type='text'></title><content type='html'>Selamat Datang di Halaman Provinsi :&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt; Kepulauan Bangka Belitung&lt;br/&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br/&gt;1. Berita Bencana&lt;br/&gt;2.  Tugas Anda Segera&lt;br/&gt;3. Daftar Anggota&lt;br/&gt;4. Daftar Donasi/Mitra Kerja&lt;br/&gt;5. Agenda Tagana&lt;br/&gt;6. Galery Photo&lt;br/&gt;7. Galery Video&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5276218409984488232-848808930934531523?l=taganaindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://taganaindonesia.blogspot.com/feeds/848808930934531523/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5276218409984488232&amp;postID=848808930934531523&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5276218409984488232/posts/default/848808930934531523'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5276218409984488232/posts/default/848808930934531523'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://taganaindonesia.blogspot.com/2007/10/selamat-datang-di-halaman-provinsi_9203.html' title=''/><author><name>Tagana Indonesia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01909754092623668617</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5276218409984488232.post-4593291277259936302</id><published>2007-10-27T06:39:00.002+07:00</published><updated>2007-10-27T06:40:17.638+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kalimantan Tengah'/><title type='text'></title><content type='html'>Selamat Datang di Halaman Provinsi :&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt; Kalimantan Tengah&lt;br/&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br/&gt;1. Berita Bencana&lt;br/&gt;2.  Tugas Anda Segera&lt;br/&gt;3. Daftar Anggota&lt;br/&gt;4. Daftar Donasi/Mitra Kerja&lt;br/&gt;5. Agenda Tagana&lt;br/&gt;6. Galery Photo&lt;br/&gt;7. Galery Video&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5276218409984488232-4593291277259936302?l=taganaindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://taganaindonesia.blogspot.com/feeds/4593291277259936302/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5276218409984488232&amp;postID=4593291277259936302&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5276218409984488232/posts/default/4593291277259936302'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5276218409984488232/posts/default/4593291277259936302'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://taganaindonesia.blogspot.com/2007/10/selamat-datang-di-halaman-provinsi_6246.html' title=''/><author><name>Tagana Indonesia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01909754092623668617</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5276218409984488232.post-7396626796516363712</id><published>2007-10-27T06:39:00.001+07:00</published><updated>2007-10-27T06:39:44.959+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kalimantan Timur'/><title type='text'></title><content type='html'>Selamat Datang di Halaman Provinsi :&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt; Kalimantan Timur&lt;br/&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br/&gt;1. Berita Bencana&lt;br/&gt;2.  Tugas Anda Segera&lt;br/&gt;3. Daftar Anggota&lt;br/&gt;4. Daftar Donasi/Mitra Kerja&lt;br/&gt;5. Agenda Tagana&lt;br/&gt;6. Galery Photo&lt;br/&gt;7. Galery Video&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5276218409984488232-7396626796516363712?l=taganaindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://taganaindonesia.blogspot.com/feeds/7396626796516363712/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5276218409984488232&amp;postID=7396626796516363712&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5276218409984488232/posts/default/7396626796516363712'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5276218409984488232/posts/default/7396626796516363712'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://taganaindonesia.blogspot.com/2007/10/selamat-datang-di-halaman-provinsi_949.html' title=''/><author><name>Tagana Indonesia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01909754092623668617</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5276218409984488232.post-7428408869064009513</id><published>2007-10-27T06:38:00.002+07:00</published><updated>2007-10-27T06:39:12.491+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kalimantan Selatan'/><title type='text'></title><content type='html'>Selamat Datang di Halaman Provinsi :&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt; Kalimantan Selatan&lt;br/&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br/&gt;1. Berita Bencana&lt;br/&gt;2.  Tugas Anda Segera&lt;br/&gt;3. Daftar Anggota&lt;br/&gt;4. Daftar Donasi/Mitra Kerja&lt;br/&gt;5. Agenda Tagana&lt;br/&gt;6. Galery Photo&lt;br/&gt;7. Galery Video&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5276218409984488232-7428408869064009513?l=taganaindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://taganaindonesia.blogspot.com/feeds/7428408869064009513/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5276218409984488232&amp;postID=7428408869064009513&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5276218409984488232/posts/default/7428408869064009513'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5276218409984488232/posts/default/7428408869064009513'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://taganaindonesia.blogspot.com/2007/10/selamat-datang-di-halaman-provinsi_745.html' title=''/><author><name>Tagana Indonesia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01909754092623668617</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5276218409984488232.post-8708082953121146936</id><published>2007-10-27T06:38:00.001+07:00</published><updated>2007-10-27T06:38:35.208+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kalimantan Barat'/><title type='text'></title><content type='html'>Selamat Datang di Halaman Provinsi :&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt; Kalimantan Barat&lt;br/&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br/&gt;1. Berita Bencana&lt;br/&gt;2.  Tugas Anda Segera&lt;br/&gt;3. Daftar Anggota&lt;br/&gt;4. Daftar Donasi/Mitra Kerja&lt;br/&gt;5. Agenda Tagana&lt;br/&gt;6. Galery Photo&lt;br/&gt;7. Galery Video&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5276218409984488232-8708082953121146936?l=taganaindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://taganaindonesia.blogspot.com/feeds/8708082953121146936/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5276218409984488232&amp;postID=8708082953121146936&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5276218409984488232/posts/default/8708082953121146936'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5276218409984488232/posts/default/8708082953121146936'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://taganaindonesia.blogspot.com/2007/10/selamat-datang-di-halaman-provinsi_4588.html' title=''/><author><name>Tagana Indonesia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01909754092623668617</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5276218409984488232.post-868882031672065533</id><published>2007-10-27T06:37:00.003+07:00</published><updated>2007-10-27T06:37:59.284+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jambi'/><title type='text'></title><content type='html'>Selamat Datang di Halaman Provinsi :&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt; Jambi&lt;br/&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br/&gt;1. Berita Bencana&lt;br/&gt;2.  Tugas Anda Segera&lt;br/&gt;3. Daftar Anggota&lt;br/&gt;4. Daftar Donasi/Mitra Kerja&lt;br/&gt;5. Agenda Tagana&lt;br/&gt;6. Galery Photo&lt;br/&gt;7. Galery Video&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5276218409984488232-868882031672065533?l=taganaindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://taganaindonesia.blogspot.com/feeds/868882031672065533/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5276218409984488232&amp;postID=868882031672065533&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5276218409984488232/posts/default/868882031672065533'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5276218409984488232/posts/default/868882031672065533'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://taganaindonesia.blogspot.com/2007/10/selamat-datang-di-halaman-provinsi_5995.html' title=''/><author><name>Tagana Indonesia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01909754092623668617</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5276218409984488232.post-8354141559553009151</id><published>2007-10-27T06:37:00.001+07:00</published><updated>2007-10-27T06:37:31.503+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Gorontalo'/><title type='text'></title><content type='html'>Selamat Datang di Halaman Provinsi :&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt; Gorontalo&lt;br/&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br/&gt;1. Berita Bencana&lt;br/&gt;2.  Tugas Anda Segera&lt;br/&gt;3. Daftar Anggota&lt;br/&gt;4. Daftar Donasi/Mitra Kerja&lt;br/&gt;5. Agenda Tagana&lt;br/&gt;6. Galery Photo&lt;br/&gt;7. Galery Video&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5276218409984488232-8354141559553009151?l=taganaindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://taganaindonesia.blogspot.com/feeds/8354141559553009151/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5276218409984488232&amp;postID=8354141559553009151&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5276218409984488232/posts/default/8354141559553009151'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5276218409984488232/posts/default/8354141559553009151'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://taganaindonesia.blogspot.com/2007/10/selamat-datang-di-halaman-provinsi_7755.html' title=''/><author><name>Tagana Indonesia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01909754092623668617</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5276218409984488232.post-5173771512748464302</id><published>2007-10-27T06:36:00.003+07:00</published><updated>2007-10-27T06:36:57.719+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='DKI Jakarta'/><title type='text'></title><content type='html'>Selamat Datang di Halaman Provinsi :&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt; DKI Jakarta&lt;br/&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br/&gt;1. Berita Bencana&lt;br/&gt;2.  Tugas Anda Segera&lt;br/&gt;3. Daftar Anggota&lt;br/&gt;4. Daftar Donasi/Mitra Kerja&lt;br/&gt;5. Agenda Tagana&lt;br/&gt;6. Galery Photo&lt;br/&gt;7. Galery Video&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5276218409984488232-5173771512748464302?l=taganaindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://taganaindonesia.blogspot.com/feeds/5173771512748464302/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5276218409984488232&amp;postID=5173771512748464302&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5276218409984488232/posts/default/5173771512748464302'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5276218409984488232/posts/default/5173771512748464302'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://taganaindonesia.blogspot.com/2007/10/selamat-datang-di-halaman-provinsi-dki.html' title=''/><author><name>Tagana Indonesia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01909754092623668617</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5276218409984488232.post-1133926635586245405</id><published>2007-10-27T06:36:00.001+07:00</published><updated>2007-10-27T06:36:21.551+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bengkulu'/><title type='text'></title><content type='html'>Selamat Datang di Halaman Provinsi :&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt; Bengkulu&lt;br/&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br/&gt;1. Berita Bencana&lt;br/&gt;2.  Tugas Anda Segera&lt;br/&gt;3. Daftar Anggota&lt;br/&gt;4. Daftar Donasi/Mitra Kerja&lt;br/&gt;5. Agenda Tagana&lt;br/&gt;6. Galery Photo&lt;br/&gt;7. Galery Video&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5276218409984488232-1133926635586245405?l=taganaindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://taganaindonesia.blogspot.com/feeds/1133926635586245405/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5276218409984488232&amp;postID=1133926635586245405&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5276218409984488232/posts/default/1133926635586245405'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5276218409984488232/posts/default/1133926635586245405'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://taganaindonesia.blogspot.com/2007/10/selamat-datang-di-halaman-provinsi_2619.html' title=''/><author><name>Tagana Indonesia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01909754092623668617</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5276218409984488232.post-3807347468825412683</id><published>2007-10-27T06:34:00.000+07:00</published><updated>2007-10-27T06:36:00.523+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bali'/><title type='text'></title><content type='html'>Selamat Datang di Halaman Provinsi :&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt; Bali&lt;br/&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br/&gt;1. Berita Bencana&lt;br/&gt;2.  Tugas Anda Segera&lt;br/&gt;3. Daftar Anggota&lt;br/&gt;4. Daftar Donasi/Mitra Kerja&lt;br/&gt;5. Agenda Tagana&lt;br/&gt;6. Galery Photo&lt;br/&gt;7. Galery Video&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5276218409984488232-3807347468825412683?l=taganaindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://taganaindonesia.blogspot.com/feeds/3807347468825412683/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5276218409984488232&amp;postID=3807347468825412683&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5276218409984488232/posts/default/3807347468825412683'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5276218409984488232/posts/default/3807347468825412683'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://taganaindonesia.blogspot.com/2007/10/selamat-datang-di-halaman-provinsi-bali.html' title=''/><author><name>Tagana Indonesia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01909754092623668617</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5276218409984488232.post-7367360392115831723</id><published>2007-10-27T06:32:00.000+07:00</published><updated>2007-10-27T06:34:51.291+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='D.I. Aceh'/><title type='text'></title><content type='html'>Selamat Datang di Halaman Provinsi :&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt; Daerah Istimewa Aceh&lt;br/&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br/&gt;1. Berita Bencana&lt;br/&gt;2.  Tugas Anda Segera&lt;br/&gt;3. Daftar Anggota&lt;br/&gt;4. Daftar Donasi/Mitra Kerja&lt;br/&gt;5. Agenda Tagana&lt;br/&gt;6. Galery Photo&lt;br/&gt;7. Galery Video&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5276218409984488232-7367360392115831723?l=taganaindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://taganaindonesia.blogspot.com/feeds/7367360392115831723/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5276218409984488232&amp;postID=7367360392115831723&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5276218409984488232/posts/default/7367360392115831723'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5276218409984488232/posts/default/7367360392115831723'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://taganaindonesia.blogspot.com/2007/10/selamat-datang-di-halaman-provinsi_2334.html' title=''/><author><name>Tagana Indonesia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01909754092623668617</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5276218409984488232.post-4480712269965514604</id><published>2007-10-27T06:31:00.002+07:00</published><updated>2007-10-27T06:32:07.004+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sumatera Selatan'/><title type='text'></title><content type='html'>Selamat Datang di Halaman Provinsi :&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt; Sumatera Selatan&lt;br/&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br/&gt;1. Berita Bencana&lt;br/&gt;2.  Tugas Anda Segera&lt;br/&gt;3. Daftar Anggota&lt;br/&gt;4. Daftar Donasi/Mitra Kerja&lt;br/&gt;5. Agenda Tagana&lt;br/&gt;6. Galery Photo&lt;br/&gt;7. Galery Video&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5276218409984488232-4480712269965514604?l=taganaindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://taganaindonesia.blogspot.com/feeds/4480712269965514604/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5276218409984488232&amp;postID=4480712269965514604&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5276218409984488232/posts/default/4480712269965514604'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5276218409984488232/posts/default/4480712269965514604'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://taganaindonesia.blogspot.com/2007/10/selamat-datang-di-halaman-provinsi_9867.html' title=''/><author><name>Tagana Indonesia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01909754092623668617</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5276218409984488232.post-2922249990154987975</id><published>2007-10-27T06:31:00.001+07:00</published><updated>2007-10-27T06:31:42.471+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sumatera Barat'/><title type='text'></title><content type='html'>Selamat Datang di Halaman Provinsi :&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt; Sumatera Barat&lt;br/&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br/&gt;1. Berita Bencana&lt;br/&gt;2.  Tugas Anda Segera&lt;br/&gt;3. Daftar Anggota&lt;br/&gt;4. Daftar Donasi/Mitra Kerja&lt;br/&gt;5. Agenda Tagana&lt;br/&gt;6. Galery Photo&lt;br/&gt;7. Galery Video&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5276218409984488232-2922249990154987975?l=taganaindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://taganaindonesia.blogspot.com/feeds/2922249990154987975/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5276218409984488232&amp;postID=2922249990154987975&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5276218409984488232/posts/default/2922249990154987975'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5276218409984488232/posts/default/2922249990154987975'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://taganaindonesia.blogspot.com/2007/10/selamat-datang-di-halaman-provinsi_7810.html' title=''/><author><name>Tagana Indonesia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01909754092623668617</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5276218409984488232.post-4365351819243551881</id><published>2007-10-27T06:30:00.002+07:00</published><updated>2007-10-27T06:31:03.184+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='D.I. Yogyakarta'/><title type='text'></title><content type='html'>Selamat Datang di Halaman Provinsi :&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt; Daerah Istimewa Yogyakarta&lt;br/&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br/&gt;1. Berita Bencana&lt;br/&gt;2.  Tugas Anda Segera&lt;br/&gt;3. Daftar Anggota&lt;br/&gt;4. Daftar Donasi/Mitra Kerja&lt;br/&gt;5. Agenda Tagana&lt;br/&gt;6. Galery Photo&lt;br/&gt;7. Galery Video&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5276218409984488232-4365351819243551881?l=taganaindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://taganaindonesia.blogspot.com/feeds/4365351819243551881/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5276218409984488232&amp;postID=4365351819243551881&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5276218409984488232/posts/default/4365351819243551881'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5276218409984488232/posts/default/4365351819243551881'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://taganaindonesia.blogspot.com/2007/10/selamat-datang-di-halaman-provinsi_26.html' title=''/><author><name>Tagana Indonesia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01909754092623668617</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5276218409984488232.post-7787514338462876054</id><published>2007-10-27T06:30:00.001+07:00</published><updated>2007-10-27T06:30:26.797+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jawa Tengah'/><title type='text'></title><content type='html'>Selamat Datang di Halaman Provinsi :&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Jawa Tengah&lt;br/&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br/&gt;1. Berita Bencana&lt;br/&gt;2.  Tugas Anda Segera&lt;br/&gt;3. Daftar Anggota&lt;br/&gt;4. Daftar Donasi/Mitra Kerja&lt;br/&gt;5. Agenda Tagana&lt;br/&gt;6. Galery Photo&lt;br/&gt;7. Galery Video&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5276218409984488232-7787514338462876054?l=taganaindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://taganaindonesia.blogspot.com/feeds/7787514338462876054/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5276218409984488232&amp;postID=7787514338462876054&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5276218409984488232/posts/default/7787514338462876054'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5276218409984488232/posts/default/7787514338462876054'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://taganaindonesia.blogspot.com/2007/10/selamat-datang-di-halaman-provinsi-jawa_26.html' title=''/><author><name>Tagana Indonesia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01909754092623668617</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5276218409984488232.post-5481892776968646635</id><published>2007-10-27T06:29:00.003+07:00</published><updated>2007-10-27T06:29:55.998+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Banten'/><title type='text'></title><content type='html'>Selamat Datang di Halaman Provinsi :&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt; Banten&lt;br/&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br/&gt;1. Berita Bencana&lt;br/&gt;2.  Tugas Anda Segera&lt;br/&gt;3. Daftar Anggota&lt;br/&gt;4. Daftar Donasi/Mitra Kerja&lt;br/&gt;5. Agenda Tagana&lt;br/&gt;6. Galery Photo&lt;br/&gt;7. Galery Video&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5276218409984488232-5481892776968646635?l=taganaindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://taganaindonesia.blogspot.com/feeds/5481892776968646635/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5276218409984488232&amp;postID=5481892776968646635&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5276218409984488232/posts/default/5481892776968646635'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5276218409984488232/posts/default/5481892776968646635'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://taganaindonesia.blogspot.com/2007/10/selamat-datang-di-halaman-provinsi.html' title=''/><author><name>Tagana Indonesia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01909754092623668617</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5276218409984488232.post-186132769088622124</id><published>2007-10-27T06:29:00.001+07:00</published><updated>2007-10-27T06:29:26.653+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jawa Timur'/><title type='text'></title><content type='html'>Selamat Datang di Halaman Provinsi :&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt; Jawa Timur&lt;br/&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br/&gt;1. Berita Bencana&lt;br/&gt;2.  Tugas Anda Segera&lt;br/&gt;3. Daftar Anggota&lt;br/&gt;4. Daftar Donasi/Mitra Kerja&lt;br/&gt;5. Agenda Tagana&lt;br/&gt;6. Galery Photo&lt;br/&gt;7. Galery Video&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5276218409984488232-186132769088622124?l=taganaindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://taganaindonesia.blogspot.com/feeds/186132769088622124/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5276218409984488232&amp;postID=186132769088622124&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5276218409984488232/posts/default/186132769088622124'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5276218409984488232/posts/default/186132769088622124'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://taganaindonesia.blogspot.com/2007/10/selamat-datang-di-halaman-provinsi-jawa.html' title=''/><author><name>Tagana Indonesia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01909754092623668617</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5276218409984488232.post-5215030292323836498</id><published>2007-10-27T06:19:00.000+07:00</published><updated>2007-10-27T06:29:06.318+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jawa Barat'/><title type='text'></title><content type='html'>Selamat Datang di Halaman Provinsi :&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt; Jawa Barat&lt;br/&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br/&gt;1. Berita Bencana&lt;br/&gt;2.  Tugas Anda Segera&lt;br/&gt;3. Daftar Anggota&lt;br/&gt;4. Daftar Donasi/Mitra Kerja&lt;br/&gt;5. Agenda Tagana&lt;br/&gt;6. Galery Photo&lt;br/&gt;7. Galery Video&lt;br/&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5276218409984488232-5215030292323836498?l=taganaindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://taganaindonesia.blogspot.com/feeds/5215030292323836498/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5276218409984488232&amp;postID=5215030292323836498&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5276218409984488232/posts/default/5215030292323836498'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5276218409984488232/posts/default/5215030292323836498'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://taganaindonesia.blogspot.com/2007/10/selamat-datang-di-halaman-provinsi-1.html' title=''/><author><name>Tagana Indonesia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01909754092623668617</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
