Tagana Indonesia

Sigap Tanggap Terdepan

More About Me...

TAGANA pada hakekatnya adalah wadah berhimpun seluruh kekuatan komponen penanggulangan bencana berbasis masyarakat khususnya dari unsur generasi muda. Kata-kata Taruna memiliki arti generasi muda, dan Kata Siaga memiliki arti segala upaya kesiapsiagaan dalam kondisi apa pun dan kata Bencana adalah tantangan dan masalah yang harus diselesaikan.

Another Tit-Bit...

Tujuan utama pemerintah untuk menyatukan visi, misi dan tindakan dalam penanggulangan bencana dengan menyatukan pada satu Korps yaitu Korps Penanggulangan Bencana Indonesia dengan nama Taruna Siaga Bencana atau TAGANA.

24.000 Taruna Siaga Bencana Dilatih

Menteri Sosial Bachtiar Chamsyah mengatakan, untuk menghadapi bencana alam yang bisa terjadi di seluruh daerah di Indonesia, pemerintah mengajak seluruh elemen masyarakat, untuk menanggulangi bersama.

Ia mengatakan, sistem penanganan bencana alam di Indonesia harus dibangun berbasis masyarakat. "Saat ini, pemerintah sudah melatih sebanyak sebanyak 24.000 taruna siaga bencana (Tagana), menyiapkan logistik, dan anggaran," katanya saat mengunjungi Kemah Kebangsaan yang diselenggarakan Departemen Sosial dan Ikatan Keluarga Pahlawan Nasional Indonesia (IKPNI), di Museum Monumen Pembela Tanah Air (Peta), di Bogor, Minggu (25/11).

Menurut dia, dalam menghadapi bencana alam tidak mungkin hanya diselesaikan oleh pemerintah, tapi harus diatasi bersama-sama oleh pemerintah dan masyarakat. Karena itu, pemerintah mendorong berbagai elemen masyarakat untuk bersama-sama menanggulangi bencana alam, antara lain dengan memberikanpelatihan sebagai Tagana.

Dalam menghadapi musim hujan yang berpotensi terjadi bencana alam banjir dan longsor maupun bencana alam lainnya, kata dia, pemerintah akan membangun sistem kesiapsiagaan yang tidak mengenal waktu, sesuai dengan kemampuan yang ada.

Sistem yang dibangun, kata dia, adalah sistem penanganan bencana alam yang berbasis dengan masyarakat, untuk menanggulangi bencana alam yang terjadi daerahnya masing-masing.

"Pembangunan sistem itu didukung dengan berbagai persiapan, mulai dari personil, logistik, maupun anggaran," katanya.

Dari persiapan personel, kata dia, pemerintah melalui Departemen Sosial telah melatih sekitar 24.000 Tagana yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Para personil Tagana diberikan pelatihan fisik dan keterampilan di Rindam Jaya dan Diklat Polri, untuk menjadi pribadi yang unggul dalam menanggulangi bencana alam.

0 komentar:

Poskan Komentar