Tagana Indonesia

Sigap Tanggap Terdepan

More About Me...

TAGANA pada hakekatnya adalah wadah berhimpun seluruh kekuatan komponen penanggulangan bencana berbasis masyarakat khususnya dari unsur generasi muda. Kata-kata Taruna memiliki arti generasi muda, dan Kata Siaga memiliki arti segala upaya kesiapsiagaan dalam kondisi apa pun dan kata Bencana adalah tantangan dan masalah yang harus diselesaikan.

Another Tit-Bit...

Tujuan utama pemerintah untuk menyatukan visi, misi dan tindakan dalam penanggulangan bencana dengan menyatukan pada satu Korps yaitu Korps Penanggulangan Bencana Indonesia dengan nama Taruna Siaga Bencana atau TAGANA.

Bencana Hari Ini 26 Desember 2007, Dimohon Tagana Setempat Sigap

Longsor di Tawangmangu, 61 Tewas

Sebanyak 61 orang tewas akibat tertimbun tanah longsor di Desa Mogol, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, Rabu (26/12) pagi. Musibah ini terjadi menyusul hujan deras yang terus mengguyur Karanganyar sejak semalam.
Salah seorang petugas jaga Kepolisian Sektor Tawangmangu membenarkan peristiwa itu. Hingga kini, belum seluruh korban dievakuasi. Sebab, petugas kesulitan mencapai lokasi yang berada sekitar dua kilometer dari objek wisata Lereng Barang di kaki Gunung Lawu.

Adapun menurut dokter Totok Sulistiyanto, petugas Pusat Kesehatan Masyarakat Tawangmangu, dari 61 korban meninggal, baru seorang yang berhasil dievakuasi dan langsung diidentifikasi. Korban bernama Sumardi yang berusia 26 tahun.

Enam Kecamatan di Pekalongan Terendam Banjir

Ribuan rumah di enam kecamatan di Pekalongan, Jawa Tengah, terendam banjir akibat meluapnya Kali Sragi serta Boro setelah diguyur hujan lebat semalam. Banjir terparah melanda Kecamatan Bojong dan Tirto dengan ketinggian air mencapai 1,5 meter.

Warga Desa Legokclile, Bojong, sejak semalam berusaha keluar dari genangan air yang masuk ke rumah-rumah mereka. Di desa ini lebih dari 400 rumah terendam. Warga belum bisa mengungsi karena banjir yang menggenangi permukiman arusnya cukup deras. Mereka berharap tim Search and Rescue memberikan bantuan.

Selain ribuan rumah, banjir juga merendam dan memorak-porandakan ribuan hektare lahan padi yang baru ditanam. Sementara seorang warga Buaran dilaporkan tewas akibat terseret arus. Tiga desa di Bojong yakni Legokclile, Randumukti Aren dan Panti Anom juga masih terisolasi karena banjir


Banjir Merendam Sebagian Daerah Jatim

Banjir merendam sebagian wilayah Jawa Timur. Tidak hanya merendam rumah warga, sejumlah akses jalan di sejumlah daerah lumpuh akibat terendam banjir. Bahkan beberapa layanan publik tidak dapat digunakan.

Di Madiun, banjir tak hanya merendam ribuan rumah tapi Markas Kepolisian Wilayah serta Markas Kepolisian Resor Kota. Pelayanan publik jadi terganggu, sejumlah sekolah meliburkan siswanya. Banjir kali ini cukup parah, di beberapa titik tinggi air mencapai satu hingga dua meter. Jalur kereta api Madiun-Magetan lumpuh.

Banjir di Trenggalek juga cukup parah. Hujan yang turun sejak sore kemarin meluapkan sungai hingga meluber dan masuk ke perkampungan warga. Akses jalan di beberapa titik putus. Tidak ada yang menduga keadaan bakal separah ini.

Jalur pantai utara (pantura) yang menghubungkan Gresik dan Lamongan juga putus akibat banjir. Hingga kini jalur yang putus yakni di wilayah Paneng dan Ujung Pangkah belum diperbaiki. Selain jalur putus, banjir bandang juga mengakibatkan dua rumah roboh dan puluhan lainnya rusak berat.

Banjir juga merendam wilayah Jawa Tengah. Tiga kecamatan di Purwodadi terendam banjir yakni Gundih, Toroh, dan Kota Purwodadi. Bahkan kini wilayah yang terendam meluas dan menyebabkan kemacetan luar biasa terutama kendaraan yang menuju Purwodadi dari Semarang.

Banjir telah menggenangi Kota Purwodadi sejak malam tadi. Warga yang tadinya hendak bertahan akhirnya mengungsi karena ketinggian air terus meninggi dan memasuki rumah. Banjir ini adalah terbesar setelah 1992. Diduga banjir karena hilangnya daerah resapan air akibat penggundulan hutan jati di Purwodadi Selatan.

Kecamatan Jebres dan Pasar Kliwon juga terendam banjir akibat Sungai Bengawan Solo meluap setelah hujan deras turun terus menerus. Menurut warga, air datang begitu cepat sehingga tak sempat menyelamatkan barang-barangnya


Banjir di Kuta Belum Surut
Banjir yang merendam kawasan Seminyak, Kuta, Bali hingga Rabu (26/12) pagi belum surut. Genangan air setinggi 30 sentimeter masih terlihat di Jalan Basangkasa. Akibatnya, mobil dan sepeda motor yang melintasi jalur ini harus berjalan perlahan sehingga menimbulkan kemacetan.

Kondisi tersebut sempat dikeluhkan para turis mancanegara yang berkunjung ke Kuta. Terlebih, wilayah yang dilanda banjir merupakan salah tujuan belanja dan wisata bagi wisatawan asing. Sejumlah turis menilai pemerintah setempat lambat menangani banjir.

Selain mengganggu arus lalu lintas, musibah itu juga mengganggu kegiatan ekonomi di Kuta. Lantaran sepi pembeli, beberapa toko penjual kerajinan mengalami penurunan omzet hingga 50 persen.

Banjir di Seminyak akibat hujan deras yang terus mengguyur sejak kemarin. Musibah ini adalah yang terbesar dalam tiga tahun terakhir. Banjir diperkirakan akan semakin besar jika hujan deras kembali turun

Sumber : Liputan6

0 komentar:

Poskan Komentar