Tagana Indonesia

Sigap Tanggap Terdepan

More About Me...

TAGANA pada hakekatnya adalah wadah berhimpun seluruh kekuatan komponen penanggulangan bencana berbasis masyarakat khususnya dari unsur generasi muda. Kata-kata Taruna memiliki arti generasi muda, dan Kata Siaga memiliki arti segala upaya kesiapsiagaan dalam kondisi apa pun dan kata Bencana adalah tantangan dan masalah yang harus diselesaikan.

Another Tit-Bit...

Tujuan utama pemerintah untuk menyatukan visi, misi dan tindakan dalam penanggulangan bencana dengan menyatukan pada satu Korps yaitu Korps Penanggulangan Bencana Indonesia dengan nama Taruna Siaga Bencana atau TAGANA.

2.000 Rumah Terendam Banjir

Tagana,Bandung(12/3) Sekitar 2.000 rumah di Kecamatan Baleendah dan Dayeuhkolot,Kabupaten Bandung, terendam banjir. Korban banjir yang diakibatkan Sungai Citarum meluap itu sebagian besar berada di Kelurahan Andir sekitar 1.600 rumah yang dihuni sekitar 4.440 jiwa.

Sisanya di Kelurahan Baleendah dan Bojongmalaka di sekitar bantaran Sungai Citarum. “Banjir mulai menggenangi rumah penduduk sejak Senin (10/3) malam sekitar pukul 23.00 WIB dengan ketinggian 10- 120 cm.Namun hingga saat ini warga belum mengungsi,”kata Lurah Andir Mochamad Usman kemarin. Menurut dia, lokasi banjir paling parah terjadi di RW 09 dan RW 13 dengan jumlah rumah yang terendam mencapai 900-an rumah.

Pasalnya, lokasi itu paling rendah dibanding perumahan lainnya.Selain itu,banjir juga sempat memutus jalur transportasi antara Baleendah– Rancamanyar sepanjang 2 km akibat terendam banjir setinggi 60 cm. Banjir luapan sungai itu pun merendam empat unit masjid dan sebuah sekolah dasar. Penduduk,karyawan, dan pekerja yang akan masuk kerja, terpaksa harus berbasah-basah melintasi genangan banjir. “Bila hujan terus turun di kawasan hulu Citarum, kemungkinan besar banjir akan lebih besar lagi,”kata Bunyamin salah seorang penduduk Kelurahan Andir Baleendah.

Selain itu, hujan deras yang melanda Kabupaten Bandung wilayah selatan sejak Senin (10/03) hingga kemarin juga mengakibatkan ratusan rumah di Kampung Bojong Citepus, Desa Cangkuang Wetan,Kecamatan Dayeuhkolot, terendam. Dari pantauan SINDO,pada pagi hari ketinggian air mencapai 30–75 cm, bahkan hampir mencapai satu meter. Hingga sore kemarin, ketinggian air yang menggenangi sejumlah rumah warga masih mencapai 30 cm. Sedikitnya 250 rumah yang terendam di kampung ini. Sebagian warga ada memilih untuk tidak menempati rumahnya yang terendam sejak sore hingga malam hari.

Untuk sementara mereka terpaksa mengungsi ke rumah sanak-saudaranya yang tidak tersentuh banjir. Banjir terparah menimpa RT 01, 02, dan 04 di RW 09, Kampung Bojong Citepus di mana sekitar 70 rumah terpaksa mulai ditinggalkan penghuninya lantaran ketinggian air sudah mencapai 50 cm. Menurut Ishak, 50, warga Kampung Bojong Citepus, banjir mulai menyambangi rumahnya sejak Senin (10/03) sekitar pukul 19.00 WIB.Ketinggian air mencapai puncaknya pada pukul 23.00 WIB dan merendam rumah Ishak yang berada di sisi Sungai Cita hingga mencapai 50 sentimeter.

Hingga sore kemarin, rumah Ishak masih terendam sekitar 30 cm. Dia mengatakan, biasanya rumah warga yang terendam banjir mendapat bantuan penyedotan air. Kepala Sekolah SD Negeri Mekarsari, Nina Rosita mengatakan, pihak sekolah terpaksa meliburkan semua siswa lantaran seluruh ruang kelas hingga kemarin masih terendam sekitar 30cm.

Sumber : Koran SINDO

0 komentar:

Poskan Komentar